Internasional
Trump Ancam "Tutup" Pemerintahan Jika Demokrat Jegal Proyek Tembok Perbatasan
Trump Ancam "Tutup" Pemerintahan Jika Demokrat Jegal Proyek Tembok Perbatasan
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Presiden AS Donald Trump mengancam akan "menutup" operasional layanan pemerintah jika Kongres gagal menyetujui dana pembangunan tembok pembatas dengan Meksiko.
Demokrat di Kongres AS jadi batu sandungan utama megaproyek Trump sebagai langkah lanjut pengetatan kebijakan imigrasi.
"Saya akan menutup pemerintahan jika Demokrat tidak memberi suara dukungan demi keamanan perbatasan kita," tulic Trump di akun Twitternya, Minggu (29/7/2018).
"Itu termasuk (proyek) pagar perbatasan," tegas pemimpin nyentrik dari kubu Republik ini. Pembangunan tembok pembatas sepanjang perbatasan dengan Meksiko jadi agenda kampanye Trump hingga akhirnya merebut simpati domestik.
Gedung Putih sempat menerapkan kebijakan kontroversial guna mencegah membanjirnya arus imigran dari Amerika Selatan. Salah satunya, memisahkan anak-anak imgran ilegal dengan orang tua mereka.
Baca: Tak Melulu Mewah, Kerajaan Inggris Punya Kebiasaan Berhemat Ini
Anak-anak ini ditempatkan di pusat penahanan, jauh dari keberadaan orangtuanya. Protes mengalir atas kebijakan diskriminatif ini, dan akhirnya Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk membatalkan keputusan ini.
Program pengetanan imigrasi jadi agenda besar pemerintahan Trump, yang diklaim akan mencegah peristiwa tragis serangan teroris 11 September ke New York dan beberapa lokasi lain di AS.
"Kita harus belajar dari peristiwa 9/11. Kita harus menerapkan secara keras tindakan atas pemalsuan visa, pendatang yang kedaluwarsa izinnya, imigran ilegal dan kejahatan lain menyangkut imigrasi," kata Trump di masa kampanye.
Kementerian Dalam Negeri AS mengusulkan anggaran 5 miliar dolar AS guna membangun tembok pemisah dengan Meksiko di wilayah selatan AS.(Tribunjogja.com/FoXNews/Independent/xna)