Heboh ! Warga Sekampung Gotong Royong Hitung Uang Mbah Legi Sampai Malam
Warga bergotong royong menghitung uang milik Mbah Legi, seorang lansia penduduk setempat. Jumlahnya di luar perkiraan banyak orang
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.com - Sebuah peristiwa uni terjadi di Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten pada 22 Juli 2018 kemarin.
Saat itu, warga bergotong royong menghitung uang milik Mbah Legi, seorang lansia penduduk setempat. Jumlahnya di luar perkiraan banyak orang. Bahkan proses penghitungan yang dilakukan bersama-sama itu pun berlangsung hingga larut malam.
(Baca juga: Para Petani Kaya ! Lexus RX300 Buat Angkut Jerami Hingga Pajero Sport untuk Membajak Sawah)
Adapun informasi ini diunggah oleh akun facebook Andi Setyawan Joddy masih di hari yang sama.
"Ora umum tenan. Mbah legi seng urep sebatangkara wes tuo. Jebul duite akeh tenan... Acara bongkar omae mbah legi.. Sing ngetong wong sekampung ra rampung2..."
Terjemahan : "Gak umum, Mbah Legi yang hidup sebatangkara sudah tua, ternyata punya uang banyak. Acara membongkar rumah Mbah Legi, yang menghitung orang sekampung tidak selesai-selesai"
(Baca juga: 5 Kasus Unik Penangkapan Pocong, Salah Satunya Dihukum Lompat-lompat Sampai Klenger!)
Berdasarkan keterangannya di kolom komenter, uang itu dikumpulkan Mbah Legi sejak lama. Maka tak heran banyak diantaranya yang merupakan uang lama.
Adapun setelah dihitung secara gotong royong, total uang Mbah Legi senilai Rp 14,5 juta.
Penasaran bagaimana proses penghitungannya? Simak melalui video yang diunggah oleh Pardi Yanto berikut ini :
Uang Koin
Uang koin yang jumlahnya hanya satu atau dua keping mungkin terasa tak ada nilainya.
Namun bayangkan bila kita memilikinya satu karung, barang-barang mahal pasti akan bisa terbeli dengannya.
Beberapa orang ini membuktikan bahwa uang receh memiliki keekuatan yang biasa.
Setelah menabung uang recehan selama bertahun-tahun, orang-orang ini berhasil membeli sepeda motor impian, yang harganya mencapai puluhan juta rupiah.
Berikut orang-orang tersebut.

1. Titin Sumiarti, Warga Ponorogo, Jawa Timur