Bisnis
Bila Bandara Baru Dioperasikan, PHRI Optimis Wisatawan Mancanegara Tembus 800 Ribu
Keberadaan bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) digadang gadang bakal menaikkan kunjungan wisatawan ke DIY.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keberadaan bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) digadang gadang bakal menaikkan kunjungan wisatawan ke DIY.
Para pelaku industri wisata khususnya, sudah mulai merespons dengan melakukan rencana pembangunan infrastruktur pendukung seperti hotel dan restoran.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Istijab Danunagoro, menuturkan, pihaknya sangat optimis bakal meningkatkan kunjungan wisatawan baik manca negara dan wisatawan Nusantara.
Bila saat ini target wisatawan mancanegara di angka 400.000, maka nanti ketika ada bandara baru diharapkan bisa dua kali lipat yakni 800.000 wisatawan.
"Untuk target wisatawan Nusantara juga kita harapkan meningkatkan, bila saat ini target 4 juta, nanti kita harapkan bisa mencapai 6 juta dengan adanya bandara baru," ujar Istijab, Kamis (19/7/2018).
Baca: Pengosongan Lahan Bandara NYIA Kulonprogo - Warga Penolak Bandara Kunci Rumah Rapat-rapat
Lanjut Istijab, dengan keberadaan bandara baru, otomatis direct flight bakal semakin banyak dari berbagai negara dari dan ke Yogyakarta.
Untuk itu, pihaknya juga berharap nantinya bisa memaksimalkan pemasukan dari MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition).
Prediksi Istijab, Kulonprogo juga bakal berkembang secara ekonomi dalam kurun waktu 10 tahun paska bandara baru nanti benar benar resmi beroperasi.
Sebagai persiapan menyambut keberadaan bandara baru ini, PHRI DIY juga terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kulonprogo.
Baca: Pembersihan Lahan Bandara NYIA Kulonprogo, Alat Berat Robohkan Tiga Rumah Warga di Desa Glagah
PHRI mensorong agar Kulonprogo segera memiliki badan promosi pariwisata sehingga bisa bersinergi mengupayakan promosi wisata bersama sama Kabupaten lain di DIY.
Saat ini baru Kota dan Sleman saja yang memiliki badan promosi pariwisata.
"Nanti menginduk ke badan promosi pariwisata DIY. Melalui badan promosi pariwisata tersebut, nantinya akan kita genjot promosi wisata sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan," imbuh Istijab.(TRIBUNJOGJA.COM)