Bisnis

Dirjen Perbendaharaan Propinsi DIY Gandeng Pemkab Sleman Kenalkan Program Pemberdayaan Usaha

Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang sangat strategis dan penting dalam perekonomian Indonesia.

Dirjen Perbendaharaan Propinsi DIY Gandeng Pemkab Sleman Kenalkan Program Pemberdayaan Usaha
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Propinsi DIY Gandeng Pemkab Sleman Kenalkan Program Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang sangat strategis dan penting dalam perekonomian Indonesia.

Hal ini lantaran jumlah usahanya yang besar yakni sebesar 96 persen, untuk itu sektor UMKM berperan cukup besar dalam mendorong pertumbuhon ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Pemerintah telah meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Ultra Mikro (UMI) bagi UMKM yang membutuhkan permodalan.

Baca: BRI dan Lion Air Group Pamerkan Produk UMKM ke Kancah Internasional

Untuk itu, Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Propinsi DIY menggandeng Pemerintah Kabupaten Sleman mencoba untuk memperkenalkan program pemberdayaan Usaha Ultra Mikro, yaitu usaha di bawah mikro.

Kepala Bidang PPA II Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi DIY, Ludiro menyampaikan program ini ada keberpihakan yang lebih baik lagi dari pemerintah dengan diluncurkannya program Kredit Ultra Mikro.

Pihaknya menjelaskan, latar belakangnya kenapa progran diluncurkan karena program pemberdayaan yang ada selama ini belum mampu men-cover atau belum bisa menjangkau usaha ultra mikro.

"Jadi Ultra Mikro yang kategorinya punya asetnya senilai Rp 50 juta di luar tanah, bangunan dan omset nilai penjualannya Rp 300 juta pertahun dikategorikan Kredit Usaha Mikro perlu untuk diberikan dalam bentuk pemberdayaan dan akses permodalan yang itu dalam bentuk Kredit Usaha Mikro," ujarnya pada Kamis (12/7/2018).

Baca: Kebijakan PPh Final 0,5 Persen Bagi UMKM, KSU Jatirogo Tak Perlu Lagi Turunkan Omzet Produksi

Ditambahkannya, bagi pelaku Usaha Mikro yang membutuhkan kredit hingga Rp 10 juta bisa mengakses melalui lembaga penyalur yaitu pegadaian, Permodalan Nasional Madani, dan beberapa koperasi.

Ia mengatakan persyaratan untuk mengakses pun juga cukup mudah, termasuk juga bisa diberikan kepada kelompok atau grup.

"Sehingga nanti dengan mekanisme ditanggung renteng sehingga mempermudah pengembaliannya," lanjut dia.

Ludiro menambahkan, program ini memiliki beberapa kelebihan, yakni lembaga penyalur harus memberikan pendampingan bagi debiturnya, sehingga nanti debitur dengan pendampingan bisa tetap menjalankan usahanya dengan baik.

"Jadi ada pendampingan yang dilakukan rutin oleh lembaga penyalur, sehingga mampu untuk melakukan angsuran tadi," terang dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help