Pendidikan

Siswa SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Raih Medali Emas dalam Ajang OSN 2018

Yhuanditra San, siswa SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta berhasil menorehkan prestasi dalam ajang OSN (Olimpiade Sains Nasional) 2018 di Padang

Siswa SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Raih Medali Emas dalam Ajang OSN 2018
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Yhuanditra San bersama Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Yhuanditra San, siswa SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta berhasil menorehkan prestasi dalam ajang OSN (Olimpiade Sains Nasional) 2018 di Padang, Sumatera Barat pada 1-7 Juli 2018.

Andi sapaan akrabnya ini berhasil membawa pulang medali emas di bidang Kebumian dalam ajang OSN 2018.

Siswa kelas XII IPA SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta ini menjadi satu di antara tiga kontingen OSN Kebumian DIY yang maju ke tingkat nasional.

Baca: SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Wisuda 317 Siswa

Untuk OSN jenjang SMA, ada sembilan bidang mata pelajaran (mapel) yang dilombakan, yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, Ekonomi, Kebumian, Astronomi dan Komputer.

Andi mengatakan, untuk bidang Kebumian, ada empat bidang yang diujikan dalam OSN 2018, yakni Geologi, Meteorologi, Oceanografi dan Astronomi.

"Ada tes tertulis dan tes praktik laboratorium yang cukup sulit. Seleksi nasional kemarin soalnya analisis," ujarnya ketika ditemui di sekolah pada Senin (9/7/2018).

Sebelumnya meraih emas pada tingkat nasional, Andi berhasil meraih peringkat 2 Olimpiade Sains tingkat Kota bidang Kebumian dan peringkat 3 Olimpiade Sains tingkat Provinsi bidang Kebumian.

"Tingkat nasional sainganya ada 84 orang. Kalau sewaktu seleksi tingkat provinsi itu saingannya 1000 orang se-Indonesia. Trus diambil satu tiap provinsi ditambah peringkat 50 besar untuk maju nasional," kata dia.

Baca: Tanamkan Sikap Empati kepada Siswa, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Gelar Bakti Sosial

Sebelum menekuni Bidang Kebumian, Andi sempat meraih medali perak Bidang Fisika dalam Olympicad atau Olympiade Ahmad Dahlan di Lampung pada 2017 lalu.

Siswa kelahiran 1 Februari 2001 ini menceritakan, awal mula mengikuti olimpiade dirinya tertarik dengan Bidang Matematika.

"Awalnya milih Bidang Matematika, trus diarahkan Guru Geogafi untuk pindah Bidang Kebumian. Karena Matematika saingannya berat. Sempat pengen pindah Bidang Fisika juga, tapi setelah lihat soalnya nggaj jadi pindah," jelas Andi.

Baca: Inspiratif, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Rayakan Kelulusan dengan Bakti Sosial di Magelang

Andi mengakui dirinya mulai tertarik Bidang Kebumian saat masih duduk di bangku kelas X, karena menurutnya Kebumian mengajarkan untuk berpikir dengan menganalisis.

Setelah ini nanti, Andi akan mengikuti seleksi Pelatnas yang akan bertanding tingkat Internasional di Korea Selatan tahun depan.

"Untuk ke Korea Selatan, seleksinya melalui 3 tahap. Pelatnas 1 diambil 30 orang itu sekitar September. Pelatnas 2 diambil 16 orang, Pelatnas 3 diambil 8 orang dan diseleksi 4 orang untuk maju ke Korea Selatan," tuturnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved