Home »

DIY

DIY

Rawan Hoaks, Diskominfo DIY Minta Masyarakat Cek dan Ricek

Menurutnya masih banyak masyarakat yang belum terliterasi, khususnya orang tua.

Rawan Hoaks, Diskominfo DIY Minta Masyarakat Cek dan Ricek
ilustrasi 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rentetan bom yang terjadi di Surabaya dimanfaatkan oleh oknum untuk menyebarkan berita hoaks.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Rony Primanto Hari meminta masyarakat untuk cek dan ricek.

"Kondisi yang memprihatinkan ini jangan sampai termakan berita yang belum jelas sumbernya. Masyarakat harus klarifikasi, caranya ya dengan cek dan ricek," kata Rony Senin (13/5/2018).

Ia melanjutkan masyarakat jangan mudah percaya dengan berita, apalagi yang tidak jelas sumbernya.

Menurutnya perkembangan media sosial memiliki dampak besar dalam persebaran berita.

Baca: Memerangi Ujaran Kebencian dan Hoaks di Tahun Politik, Ini Strategi yang Bisa Ditempuh

"Jangan mudah percaya, lihat dulu sumbernya. Kalau sudah cek disumber tersebut. Apalagi perkembangan media sosial sangat luar biasa, banyak orang bisa sebarkan berita," lanjut Rony.

"Kalau ada sumbernya, bisa jadi beritanya benar. Kalau tidak ada sumbernya cuma ada sebarkan, viral kan, nah perlu diwaspadai, nilai kebenarannya masih diragukan," sambungnya.

Rony berharap pegiat media sosial dan komunitas membantu literasi masyarakat.

Menurutnya masih banyak masyarakat yang belum terliterasi, khususnya orang tua.

"Pengguna media sosial dan komunitas bantu literasi masyarakat. Terutama orang lama, kan masih belum terliterasi. Yang sudah paham, ya beritahu dan ajari teman, keluarga, atau lingkungan sekitarnya," kata Rony.

Baca: Hoax Buster Tool, Aplikasi Ampuh Perangi Hoaks

Ia juga berpesan, meski informasi semakin banyak, jangan sampai masyarakat terjebak dan ikut sebarkan informasi yang membuat masyarakat tidak tenang.

Terutama bagi informasi yang mengandung SARA, ujaran kebencian, dan penipuan.

"Jangan sampai justru terjebak, ikut sebarkan berita yang membuat kita tidak tenang. Kalau dapat konten yang meresahkan, yang mengandung SARA, ujaran kebencian bisa lapor," tambah Rony.

"Kalau masyarakat melapor misal tentang konten atau nomor yang misalnya ada penipuan kita bisa langsung blok. Bisa kirim ke aduankonten@kominfo.go.id," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help