Gunungkidul

Sidukun Semedi Percepat Pengurusan Administrasi Kependudukan di Gunungkidul

Dengan Sidukun Semedi, mengurus E-KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Surat Keterangan pindah hanya dalam satu hari saja.

Sidukun Semedi Percepat Pengurusan Administrasi Kependudukan di Gunungkidul
internet
Pemkab Gunungkidul

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Kabupaten Gunungkidul telah menerapkan percepatan pengurusan administrasi kependudukan melalui program Kependudukan Sehari Jadi (Sidukun'>Sistem Integrasi Kependudukan Sehari Jadi (Sidukun Semedi) yang telah diterapkan mulai awal tahun 2018.

"Sebelum keluarnya peraturan Menteri Dalam Negeri mengenai percepatan layanan administrasi kependudukan, kami telah menerapkan sidukun semedi pada awal 2018," terang Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Eko Subiantoro saat dihubungi Tribun Jogja, Kamis  (3/5/2018).

Ia mengatakan dengan adanya surat edaran baru tersebut untuk mengurus E-KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Surat Keterangan Pindah, hanya dalam satu hari saja atau maksimal selama 24 jam.

"Untuk program Sidukun Semedi adalah program integrasi sebagai contoh jika saat memohon akta kelahiran maka akan mendapatkan empat dokumen sekaligus, yaitu NIK anaknya, Kartu Keluarga, Akta kelahiran anak, dan KIA (Kartu Identitas Anak), kami bisa menerbitkan kurang lebih satu jam," ujarnya.

Akan tetapi, Eko mengakui bahwa dalam program ini tidak murni satu hari.

Hal ini lantaran masih ada proses antrian lalu ada proses pendaftaran dari daerah ke pusat terkait Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

"Sekarang sudah ada akses internet semua bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam, jika masyarakat hanya ingin mencetak KTP atau KK bisa dalam waktu satu hari," jelasnya.

Selanjutnya Eko mengatakan, saat ini Kabupaten Gunungkidul administrasi kependudukannya di atas rata-rata nasional.

"Seperti contoh perekaman E-KTP, saat ini dari wajib E-KTP 600.766 orang, saat ini yang sudah melakukan perekaman yakni 585.119 jiwa atau 97,4 persen," jelasnya.

Ia pun mengakui masih ada pekerjaan rumah berupa 4.236 E-KTP yang masih dalam proses, pihaknya melakukan jemput bola untuk menyelesaikan E-KTP.

"Kendalanya adalah warga yang sudah memasuki usia senja atau yang sedang sakit. Untuk di sekolah sudah kami lakukan sejak lama, kami koordinasi dengan sekolah yang ada. Kami meminta peran aktif masyarakat untuk melakukan perekaman," terangnya. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help