Internasional

Manusia Monster Kantong Plastik Ini 'Hantui' Kota Bangkok di Perayaan Hari Bumi

Monster kantong plastik yang merupakan sebuah proyek sekelompok pecinta lingkungan tersebut menggunakan 600 tas plastik.

Manusia Monster Kantong Plastik Ini 'Hantui' Kota Bangkok di Perayaan Hari Bumi
coconuts.co
Manusia Monster Kantong Plastik Hantui Kota Bangkok 

TRIBUNJOGJA.COM - Tepat di hari perayaan Hari Bumi, manusia monster kantong plastik berkeliling mengahntui kota Bangkok, Minggu (22/4/2018).

Monster kantong plastik yang merupakan sebuah proyek sekelompok pecinta lingkungan tersebut menggunakan 600 tas plastik.

Proyek tersebut bertujuan untuk menarik perhatian pengunjung beberapa minimarket yang diketahui sering menggunakan tas plastik secara berlebihan.

Dilansir Coconuts, menurut penyelenggara proyek, warga Bangkok menggunakan sekitar delapan kantong plastik per hari.

Hal tersebut setara dengan 600 kantong plastik per tiga bulan, yang kemudian direpresentasikan ke dalam sebuah proyek monster kantong plastik.

Dalam video yang berdurasi 48 detik tersebut diambil pada siang hari, monster itu
terlihat berkeliling ke sebuah mini market di Charoenkrung Road.

Dalam penampilannya, para mata pengunjung mini market tersebut pun langsung tertuju padanya.

Di dalam kostum monster tersebut adalah Geoff Baker (34) seorang ahli lingkungan dan politik sekolah menengah serta guru sejarah dunia.

Dia didampingi oleh anggota LSM yang dikelola siswa yang dipimpinnya, Grin Green International, yang memiliki tujuan untuk menyingkirkan kecanduan Bangkok terhadap sampah plastik.

Untuk membangun kostum tersebut, Baker dan anggota timnya mengumpulkan 600 kantong plastik dari sekolah, keluarga dan teman-teman.

Kostum monster kantong plastik itu memakan waktu sekitar lima jam selama dua hari.

Le Jin Sun, seorang siswa sukarelawan di tim pemasaran Grin Green, menyebut pengalaman itu sebagai kesempatan sekali seumur hidup untuk berinteraksi dengan orang-orang tentang sesuatu yang ia sukai.

Dia mengatakan penting untuk membatasi sampah plastik yang tidak perlu.

“Saya telah menyaksikan Bangkok berubah menjadi tempat sampah plastik, saya benar-benar percaya bahwa tindakan harus diambil sebelum terlambat," ujar Le Jin Sun.

(Tribun Jogja/Hanin Fitria)

Penulis: Hanin Fitria
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help