TribunJogja/

Pendidikan

Technopreneur Atasi Masalah Pengangguran

Menurutnya, percepatan proses bisnis melalui teknologi digital menjadi kunci keberhasilan bisnis dalam waktu yang relatif singkat.

Technopreneur Atasi Masalah Pengangguran
IST
Teguh Wiyono Budi Prasetyo, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Widya Bakti Yogyakarta, sekaligus Dosen STMIK AKAKOM Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Technopreneur di Era Ekonomi Digital menjadi salah satu solusi mengatasi masalah pengangguran dan memotivasi generasi muda Indonesia untuk kreatif dan inovatif merintis usaha startup.

Teguh Wiyono Budi Prasetyo, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Widya Bakti Yogyakarta, sekaligus Dosen STMIK AKAKOM Yogyakarta mengatakan menghadapi masalah pengangguran dewasa ini, generasi muda milenium harus menjadi subyek atau pemain yang mampu menumbuhkan ide-ide segar bisnis kreatif.

Teguh menyebut Indonesia perlahan-lahan berjalan menuju ekosistem ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Hal itu ditandai dengan kenaikan secara terus menerus jumlah transaksi online secara signifikan.

Dijelaskannya, dua tahun lalu orang yang berbelanja online baru 7,4 juta jiwa dengan transaksi Rp 48 triliun.

Tahun lalu, angka itu naik menjadi 11 juta dengan total transaksi Rp 68 triliun.

Baca: DPD Asosiasi Driver Online (ADO) DIY Resmi Dilantik

Bahkan di tahun 2018 ini Bank Indonesia memperkirakan ada 24,7 juta orang yang berbelanja online dengan nilai transaksi e-commerce diprediksi mencapai Rp 144 triliun.

"Dunia entrepreneur yang selama ini dikelola dengan ilmu bisnis konvensional harus mengikuti perkembangan teknologi digital dan gaya hidup masyarakat yang menginginkan segala sesuatunya serba simpel, cepat, mudah dan banyak pilihan," ujarnya, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya, percepatan proses bisnis melalui teknologi digital menjadi kunci keberhasilan bisnis dalam waktu yang relatif singkat.

Baca: STMIK AKAKOM Membangun Desa

Pemanfaatan teknologi digital akan mampu melakukan percepatan bisnis dalam hal mempercepat Break Even Point (titik impas), memperluas cakupan pasar, meningkatkan pelayanan, melakukan inovasi produk atau jasa, dan mendukung tracer penjualan.

Saat ini, keberadaan startup ini terbukti telah mampu menarik para jobseekers generasi milenial. Dimulai dari kreativitas dan inovasi kaum muda Indonesia diharapkan terus muncul bisnis-bisnis startup yang akan berpotensi menjadi bisnis raksasa dalam waktu relatif cepat dengan pemanfaatan technopreneur.

"Fakta telah membuktikan banyak startup kelas dunia yang lahir dari inisiatif anak-anak muda dengan segala keterbatasannya dan kuncinya ada pada kemauan, keberanian, pelayanan prima dan itikad baik," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help