Bantul

Simpang Tiga Imogiri Seperti Segitiga Emas

Simpang tiga atau disebutnya penghubung segitiga emas jalan utama wilayah Bantul itu akan ditata dan bersih dari bangunan.

Simpang Tiga Imogiri Seperti Segitiga Emas
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Lokasi Simpang Tiga Imogiri, Sabtu (14/4/2018). Beberapa pedagang memilih pindah menyusul adanya penataan PKL. Beberapa masih bertahan menunggu instruksi pindah. 

TRIBUNJOGJA.COM - Penataan kawasan simpang tiga Imogiri  menjadi rencana jangka panjang pihak Pemda Bantul

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Fenty Yusdayati mengatakan, proses realisasi masih terus berjalan, hanya saja belum sampai ke ranah fisik.

"Masterplan simpang tiga Imogiri sudah dibuat tahun lalu. 2018 dimatangkan. Rencananya 2019 pembebasan lahan. 2020 targetnya sudah mulai proses pembangunan fisik. Saat ini dinas lainnya juga sudah mulai mendata dan melakukan penataan sesuai bidang masing-masing," kata Fenty, Sabtu (14/4/2018).

Dinas lain yang dimaksud Fenty diantaranya Dinas Perdagangan dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Soal penataan pedagang dan jenis usaha lain di lokasi simpang tiga menjadi ranah dinas perdagangan yang nantinya akan saling bersinergi dengan dinas perhubungan.

Dijelaskan Fenty, sterilisasi rumah hunian atau berbagai jenis bangunan di dalam simpang tiga atau sekitarnya lambat laun agar segera direalisasikan.

Karena simpang tiga atau disebutnya penghubung segitiga emas jalan utama wilayah Bantul itu akan ditata dan bersih dari bangunan.

"Simpang tiga itu jadi cerminan baru wajah Imogiri menuju kawasan Bantul yang lebih baik. Pembangunan bandara di Kulonprogo jadi satu dari beberapa alasan penataan simpang Tiga Imogiri karena di lokasi tersebut ada spot wisata alam di Mangunan dan wisata spiritual di Makam Raja Imogiri," kata Fenty. (*)

Penulis: sus
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved