Saintek UIN Suka Sosialisasikan Monitoring Kualitas Kesehatan Sungai Lewat Metode BIOTILIK

Kegiatan ini untuk melakukan analisa langsung ke bantaran sungai di wilayah Yogyakarta, sejauh mana sungai-sungai diYogyakarta ini tercemar

Saintek UIN Suka Sosialisasikan Monitoring Kualitas Kesehatan Sungai Lewat Metode BIOTILIK
ist
Saintek UIN Suka Sosialisasikan Monitoring Kualitas Kesehatan Sungai Lewat Metode BIOTILIK 

TRIBUNJOGJA.COM - Peduli akan kondisi sungai-sungai di Yogyakarta dan dalam rangka ikut mendukung program kali bersih, Prodi Biologi, Prodi Pendidikan Biologi, dan Water Forum UIN Sunan Kalijaga bersama dengan komunitas lain yang tergabung dalam Asosiasi Komunitas Sungai Yogyakarta (AKSY) mengadakan kegiatan monitoring kualitas kesehatan sungai.

Ketua Prodi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, Erny Qurotul Aini menjelaskan, kegiatan ini untuk melakukan analisa langsung ke bantaran sungai di wilayah Yogyakarta, sejauh mana sungai-sungai diYogyakarta ini tercemar, yang diakibatkan oleh kerusakan daerah resapan air di bantaran sungai.

Kegiatan ini dilakukan juga untuk menyongsong Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret mendatang. Monitoring kualitas kesehatan air sungai dilakukan dengan metode biolitik.

Lebih lanjut Erny menjelaskan, Pemantauan ekosistem sungai umumnya dilakukan dengan menggunakan metode kompleks dan berteknologi tinggi sehingga sulit terjangkau oleh masyarakat umum.

Padahal, pemantauan kualitas sungai hendaknya bisa dilakukan oleh masyarakat luas.

Oleh karena itu, diperlukan metode pemantauan yang sederhana namun efektif yang memudahkan berbagai pihak atau komunitas untuk terlibat langsung dalam memonitor kualitas ekologis suatu sungai dan daerah alirannya.

Biotilik atau biomonitoring merupakan metode pemantauan kesehatan sungai dengan menggunakan indikator makro invertebrata (hewan tidak bertulang belakang) seperti bentos, capung, udang, siput, dan cacing.

Hasil pemantauan Biotilik dapat memberikan petunjuk adanya gangguan lingkungan pada ekosistem sungai, sehingga dapat dirumuskan upaya penanggulangan yang dibutuhkan.

Sebelum monitoring ke wilayah bantaran sungai dilakukan, sejumlah 150 orang mahasiswa UIN Sunan Kalijaga dari berbagai fakultas diberi pembekalan dalam forum Training of Trainer (TOT) dan Workshop dengan narasumber antara lain: Siti Aisah, M.Si.(Dosen,Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga), Eka Sulistyowati, M.IWM.,(Dosen Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga),dan Ardyan Pramudya, M.Si., (Dantim dari Water Forum).

Pada pelatihan ini peserta dibekali wawasan dan keterampilan teknis tentang pelaksanaan Biotilik.

Peserta pelatihan selanjutnya diterjunkan ke lokasi sungai dan berperan sebagai fasilitator dan trainer untuk masyarakat umum dalam rangkaian kegiatan Pemantauan Kualitas Sungai yang secara serempak dilaksanakan oleh AKSY selama 12 hari (4 s/d 15/18).

Pemantauan ini meliputi beberapa titik lokasi yaitu; Sungai Bedog, S. Winongo, S. Boyong- S. Code, S.Gajahwong, S. Tambakbayan,dan S.Kuning.

Melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam pemantauan kualitas sungai dan secara serempak turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian sungai,dengan kesadaran dalam diri semua anggota masyarakat Yogyakarta untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang berakibat memperparah pencemaran sungai.

Karena dari analisa awal, ditemukan bahwa secara umum penyebab utama pencemaran sungai di wilayah Yogyakarta berasal dari sektor domestic dan industri. (Weni/Humas)

Editor: dik
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help