Puting Beliung Terjang Cilacap, Ratusan Rumah Roboh dan 1 Orang Warga Dikabarkan Tewas

Bencana itu bahkan mengakibatkan seorang warga di Desa Datar Kecamatan Dayeuhluhur tewas.

Puting Beliung Terjang Cilacap, Ratusan Rumah Roboh dan 1 Orang Warga Dikabarkan Tewas
ist
Rumah roboh akibat tertimpa pohon di Deyeuhluhur Cilacap. 

TRIBUNJOGJA.COM - Bencana angin puting beliung menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Cilacap wilayah barat, hingga menyebabkan seratusan rumah rusak.

Bencana itu bahkan mengakibatkan seorang warga di Desa Datar Kecamatan Dayeuhluhur tewas.

Darsih, nama warga tersebut dilaporkan meninggal akibat tertimpa pohon kelapa.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Edy Sapto Priyono, mengatakan berdasar laporan yang telah masuk di pihaknya, dampak bencana itu tersebar di Kecamatan Dayeuhluhur sebanyak enam desa.

Desa terdampak itu meliputi Desa Datar, Hanum, Bingkeng, Dayeuhluhur, dan Panulisan.

Akibat bencana itu, terdapat 161 rumah di Kecamatan Dayeuhluhur yang dilaporkan rusak.

Puting beliung juga menerjang wilayah Kecamatan Wanareja, yakni di desa Desa Limbangan dan Sidamulya.

Di Kecamatan Wanareja , terdapat 15 rumah yang mengalami kerusakan karena angin kencang.

Tiga desa di kecamatan Majenang yakni Desa Ujungbarang, Cibeunying dan Salebu juga tak luput dari bencana itu.

Di kecamatan itu sedikitnya tujuh rumah dilaporkan rusak.

“Ini masih diverifikasi lagi di lapangan oleh petugas BPBD,” katanya, Sabtu (3/2/2018)

Edy Sapto mengatakan, pihaknya masih memverifikasi data keseluruhan rumah terdampak berdasarkan kategori atau tingkat kerusakannya, mulai roboh, berat atau ringan.

Sementara ini, jumlah rumah rusak berat atau roboh telah mencapai belasan rumah. Rumah yang me galami rusak berat kebanyakan akibat tertimpa pohon tumbang.

Pihaknya pun mulai mendistribusikan logistik dan bahan bangunan untuk membantu meringankan beban para korban.

"Distribusi bantuan masih akan dilakukan," katanya. (*/tribunjateng)

Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help