Tak Seperti Guest House Hebanyakan, Paddy De Sawah Tawarkan Pemandangan Hamparan Sawah

Meski menawarkan pemandangan yang indah, guest house ini mematok harga kamar yang ramah di kantong.

Tak Seperti Guest House Hebanyakan, Paddy De Sawah Tawarkan Pemandangan Hamparan Sawah
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Paddy De Sawah 

TRIBUNJOGJA.COM - Pembangunan hotel dan penginapan masif terjadi di wilayah Yogyakarta dan DIY.

Sayangnya, mayoritas tempat penginapan tersebut bergaya modern dan menyuguhkan pemandangan gemerlap lampu kota.

Tak seperti guest house kebanyakan, Paddy De Sawah dibuat di area non spot wisata.

"Awalnya dibangun untuk mengakomodir pengunjung Gereja Ganjuran, karena saat hari besar agama, pengunjung gereja hanya tidur di pendopo sekitar," kata Owner Paddy De Sawah, Ruly Indrajati.

Awalnya, rata-rata pengunjung guest house ini menurut Ruly 15-20 orang per bulan.

Namun sejak dibuka Maret 2017 jumlah pengunjung terus mengalami kenaikan terlebih saat musim liburan atau weekend tiba.

"Akhirnya mulai banyak wisatawan yang datang, lokal seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, juga dari mancanegara, Itali, Argentina, Amerika, Perancis, Jerman, Jepang dan Malaysia, saya dengar mereka tahu tempat ini dari informasi GPS, juga blog sesama wisatawan," katanya.

Menurut Ruly, rata-rata wisatawan suka dengan suasana alam yang tersaji di sekitar guest house.

Seperti hamparan sawah dan pegunungan sisi selatan yang bisa dilihat langsung ketika membuka kamar.

Bangunan juga dibuat natural karena memakai bahan dari bambu dan kayu.

Meski menawarkan pemandangan yang indah, guest house ini mematok harga kamar yang ramah di kantong.

Kelas terbaik 'King Room' berukuran 9x4 meter disewakan dengan harga Rp 300 ribu per malam, kelas menengah 'budget double' Rp 200 ribu dan kelas single room Rp 150 ribu.

Bahkan masih tersedia kamar dengan harga hanya Rp 50 ribu namun dengan sistem share room memakai ranjang tingkat. Kamar ini, biasa dipakai untuk wisatawan penganut backpacker.

"Peminatnya juga banyak, jadi memang kita siapkan kamar untuk beberapa kelas," katanya. (*)

Penulis: sus
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help