Suasana Pembersihan Lahan Bandara Kulonprogo Sempat Menghangat Kembali

Seperti sebelumnya, warga dan aktivis penolak bandara berusaha mencegah backhoe merobohkan pohon milik warga penolak.

Suasana Pembersihan Lahan Bandara Kulonprogo Sempat Menghangat Kembali
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Suasana pembersihan lahan bandara pada Senin (9/1/2018) sianh sempat menghangat kembali. Seperti sebelumnya, warga dan aktivis penolak bandara berusaha mencegah backhoe merobohkan pohon milik warga penolak. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Suasana pembersihan lahan bandara pada Senin (9/1/2018) siang sempat menghangat kembali.

Seperti sebelumnya, warga dan aktivis penolak bandara berusaha mencegah backhoe merobohkan pohon milik warga penolak.

Hal itu terjadi pada sesi dua pengosongan lahan di siang hari jelang berakhirnya kegiatan, sebelum masuk waktu salat ashar.

Backhoe dikerahkan kembali untuk merobohkan pepohonan di lahan yang sudah keluar putusan penetapan konsinyasi ganti ruginya dari PN Wates.

Termasuk juga lahan milik warga penolak.

Baca: Relawan Aksi Solidaritas Penolakan Bandara di Temon Kutuk Aksi Kekerasan yang Dilakukan Aparat

Ketika backhoe begerak ke lahan warga penolak di Sidorejo Desa Glagah, massa penolakan bandara yang semula berkumpul dalam jarak sedikit jauh mulai merangsek mendekat sambil berteriak agar kegiatan dihentikan.

Pemilik lahan, Yatiman juga turut berupaya menghentikan tindakan backhoe merobohkan pohon kelapa miliknya.

Suasana pembersihan lahan bandara pada Senin (9/1/2018) sianh sempat menghangat kembali. Seperti sebelumnya, warga dan aktivis penolak bandara berusaha mencegah backhoe merobohkan pohon milik warga penolak.
Suasana pembersihan lahan bandara pada Senin (9/1/2018) sianh sempat menghangat kembali. Seperti sebelumnya, warga dan aktivis penolak bandara berusaha mencegah backhoe merobohkan pohon milik warga penolak. (TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu)

Namun, usahanya itu tak banyak berpengaruh dan alat berat sudah berhasil merobohkan sekitar 10 batang pohon kelapanya sebelum berpindah ke petak lahan lain.

"Iki tanahku, uwitku, ngopo diembrukke. Nggo mangan malah diembrukke. Nek ngene iki arep mangan opo? Mangan watu? Mugo dibales, ora tentrem uripe," seru Yatiman.

Baca: Sri Sultan Hamengkubuwono X Resmikan Toilet Underground Titik Nol KM

Polisi kemudian menghalau massa untuk menjauh dari backhoe dan memasang pagar betis agar mereka tak mendekat lagi.

Setelah itu, warga duduk berdoa bersama, berhadapan langsung dengan barisan pagar betis aparat keamanan.

Kegiatan hari ini berakhir sekitar pukul 15.00 dan dua unit backhoe beserta seluruh petugas keamanan dan PT Angkasa Pura I lalu begerak kembali ke basecamp di bekas kantor proyek PT Pembangunan Perumahan di Palihan.

Sedianya, pengosongan lahan akan dilanjutkan esok harinya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help