Smart Woman

Tak Puas Hanya di Dunia Modeling, Dara Kelahiran Bandung Ini Juga Tekuni Seni Peran

Baginya menjadi model saja tidak cukup, ia ingin keluar dari zona nyaman untuk merambah dunia yang lain.

Tak Puas Hanya di Dunia Modeling, Dara Kelahiran Bandung Ini Juga Tekuni Seni Peran
Tribun Jogja/ Hendra Krisdianto
Dilla Fadiela 

"Ternyata finalis tidak hanya memiliki basic modelling saja, namun juga harus merepresentasikan perempuan Indonesia yang mandiri dan aktif. Finalis tak hanya menunjukkan penampilan yang cantik, tapi juga memiliki kelebihan untuk menjadi inspirasi orang lain. Sehingga kemampuan public speaking, attitude, akting, presenting, pembawaan diri hingga gaya berbusana menjadi nilai tersendiri," katanya yang akhirnya menyabet penghargaan sebagai Best National Costume Wajah Femina 2016 ini.

Dari kompetisi inilah akhirnya sulung dari dua bersaudara ini belajar banyak bahwa menjalani dunia modelling saja tak cukup baginya. Ia menyadari harus keluar dari zona nyaman untuk menggeluti bidang-bidang lain di luar modelling, termasuk akting dan bisnis.

"Menginjak umur 24 tahun ini aku semakin sadar usia, tidak mungkin bertahan selamanya di bidang modelling mengingat banyak bermunculan model-model muda berbakat yang baru. Mama pun mendorongku untuk keluar dari zona nyaman dengan mencoba merambah bidang lain," imbuhnya. 

Cicipi Dunia Seni Peran

Dunia modelling telah memperkenalkan Dilla dengan dunia akting. Beruntung, pada awal karir aktingnya, Dilla berkesempatan beradu akting dengan aktor-aktor top dalam film layar lebar kenamaan.

Dalam film pertamanya, 'Surga yang Tak Dirindukan', Dilla mendapatkan peran sebagai sekretaris aktor Ferdi Nuril. Kemudian pada film keduanya, 'Rudy Habibie', ia ditantang berperan menjadi teman yang kerap menggoda Rudy yang diperankan oleh Reza Rahardian.

Kemudian di film terbarunya, 'Kartini', Dilla mendapatkan peran sebagai istri dari aktor Denny Sumargo.

Dalam peran-peran tersebut, Dilla mengaku masih harus banyak belajar mendalami karakter perannya dan menghafalkan naskah skenario.

Terlebih jika ia langsung berhadapan dengan aktor top, ia dituntut berakting senatural mungkin.

"Untungnya sebagai model, aku pede berteman dengan kamera, tahu mana angle yang bagus. Namun bedanya, akting itu harus seakan-akan tidak sadar kamera, sedangkan model harus selalu sadar bidikan kamera," jelasnya. (*)

Penulis: gya
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help