TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Polres Bantul Memproses Laporan Tindakan Asusila Guru MTs Terhadap Siswinya

Guru yang dilaporkan itu atas nama Poniman, 54 tahun asal Sabdodadi kecamatan Bantul.

Polres Bantul Memproses Laporan Tindakan Asusila Guru MTs Terhadap Siswinya
Tribun Jogja/Pradito Rida P
Wina (33) ibu korban, datang dengan anaknya yaitu, A yang menjadi korban tindak asusila. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Seorang guru bimbingan konseling (BK) di sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Bantul dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan dengan anak di bawah umur.

Guru yang dilaporkan itu atas nama Poniman, 54 tahun asal Sabdodadi kecamatan Bantul.

Terlapor dilaporkan ke Polres Bantul karena menyetubuhi seorang anak dibawah umur yang berstatus pelajar yang dari informasi yang didapat hingga hamil dan diketahui adalah siswinya sebelum guru tersebut dimutasi ke MTs lain.

Korban berinisial AA warga Imogiri dan masih berusia 15 tahun.

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Anggaito Hadi Prabowo, ditemui di kantornya mengatakan kasus tersebut dilaporkan pada 20 Juni 2017 kemarin dan masih dalam proses penyelidikan.

Terlapor sudah diperiksa dan statusnya masih sebagai saksi.

"Sedang dalam proses penyelidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan kemudian dengan KUHP, kita harus melihat kasus itu dari berbagai sisi salah satunya bukti permulaan yang cukup," ujar Kasatreskrim, Kamis (6/7/2017)

Selain sudah memanggil saksi terlapor, barang bukti juga sudah dikumpulkan, seperti barang bukti pakaian dan juga barang bukti lain.

Dalam hal ini barang bukti lain menurut Kasatreskrimadalah konten sms antara pelaku dan korban.

"Semuanya sedang berjalan, dan itu dalam waktu yang tidak lama naik ke proses sidik dan apabila memenuhi unsur semua terhadap pelapor ini akan kita tetapkan sebagai tersangka kita proses hukum sebagaimana mestinya," katanya.

Terkait dengan kronologi, pihaknya belum bisa menyimpulkan karena belum ada tersangka dan baru terlapor. Jika sudah ada dua alat bukti yang cukup maka terlapor akan ditetapkan jadi tersangka dan akan ditahan serta diproses lebih lanjut.(*)

Penulis: dnh
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help