TribunJogja/

Petugas Temukan Ratusan Butir Garam Bleng Mengandung Boraks di Pasar Ngentakrejo

Bahan campuran pengawet makanan yang dikenal sebagai garam bleng itu akhirnya disita petugas.

Petugas Temukan Ratusan Butir Garam Bleng Mengandung Boraks di Pasar Ngentakrejo
Tribun Jogja/ Singgih Wahyu Nugraha
Petugas menunjukkan garam bleng yang mengandung boraks. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Garam padat berkandungan bahan kimia boraks ditemukan beredar bebas di pasar Ngentakrejo, kecamatan Lendah.

Bahan campuran pengawet makanan yang dikenal sebagai garam bleng itu akhirnya disita petugas.

Penemuan itu terungkap dalam operasi pengawasan yang digelar  dinas kesehatan, dinas kelautan dan perikanan, satpol pp, dan polres Kulonprogo, Jumat (2/6/2017).

Petugas melakukan uji kandungan atas berbagai bahan makanan menggunakan rapid test.

Termasuk, garam bleng dari seorang pedagang di mana warnanya kemudian berubah jadi merah gelap.

Perubahan ini mengindikasikan bahwa garam bleng ini mengandung bahan kimia jenis boraks.

Petugas kemudian mencari para pedagang lain yang menjual produk serupa dan dites kembali dengan hasil yang sama. Satu pedagang lain diketahui juga menjualnya dengan harga Rp500 per biji.

Akhirnya, didapati 166 bungkus garam bleng seberat 2,5 kilogram yang dinyatakan positif mengandung boraks dan langsung disita petugas untuk dimusnahkan.

Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sapari, mengatakan bahwa garam bleng biasa digunakan masyarakat untuk bahan campuran membuat makanan tradisional kerupuk legendar dan juga untuk mengenyalkan bakso ataupun mi.

Namun sebetulnya, penggunaan garam bleng berkandungan boraks itu sangat berbahaya bagi kesehatan apabila dikonsumsi.

Di sisi lain, menjual bahan campuran makan ini juga melanggar pasal 142 Undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman hukuman maksimal 14 tahun penjara.

“Karena berbahaya, petugas langsung menyitanya. Sekarang ini masih dalam tahap pemeriksaan. Kami belum bisa pastikan apakah ada unsur pelanggaran atau tidak,” jelas Sapari. (*)

Penulis: ing
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help