Home »

Jawa

Petani Diminta Waspadai Iklim Lembab

Hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada kerusakan lingkungan sawah, terlebih hanya untuk menangani kepinding tanah yang menyebar musiman.

Petani Diminta Waspadai Iklim Lembab
Tribun Jogja/ Gilang Satmaka
Areal persawahan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultural, Joko Siswanto mengatakan pihaknya mengimbau petani untuk tidak terlalu tergantung pada pestisida dan insektisida.

Hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada kerusakan lingkungan sawah, terlebih hanya untuk menangani kepinding tanah yang menyebar musiman.

"Serangga ini biasa hidup di tempat yang lembab. Maka dari itu kenapa serangga ini menyebar saat peralihan musim atau musim pancaroba," paparnya Selasa (11/4/2017).

Oleh sebab itu, pihaknya meminta petani tidak terlalu tergantung pada pestisida dsn insektisida. Pasalnya kepinding tanah akan mati saat intensitas hujan tinggi atau cuaca panas.

"Selama tidak terlalu mengganggu, tidak perlu dilakukan penyemprotan. Karena justru dikhawatirkan hama akan menjadi resisten terhadap pestisida dan insektisida," ujarnya.

Joko menyarankan petani untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem di sawah. Salah satunya dengan sistem refugia atau penanaman tanaman bunga sebagai tumpangsari tanaman pangan di sawah.

"Memang tidak instan, namun tujuannya menyeimbangkan ekosistem. Penyebaran hama terjadi karena jumlah OPT dengan predator alaminya tidak seimbang, sehingga serangan hama merebak," kata dia. (*)

Penulis: ang
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help