Liputan Khusus Tribun Jogja

Awas! Medsosmu Harimaumu

97,4 persen pengguna internet atau sebanyak 129,2 juta orang Indonesia mengakses media sosial.

Penulis: dnh | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM,YOGYA - Pertumbuhan internet di Indonesia begitu cepat.

Merujuk hasil survei 2016 Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet mencapai 132,7 juta orang dari populasi penduduk Indonesia 256,2 juta orang.

Media sosial adalah konten internet yang paling banyak diakses.

97,4 persen pengguna internet atau sebanyak 129,2 juta orang Indonesia mengakses media sosial.

Bisa disebut, media sosial sekarang tidak bisa terpisahkan dari masyarakat.

Melihat tren dari tahun ke tahun, jumlah pengguna internet dan media sosial akan terus merangkak naik.

Maraknya penggunaan medsos juga menimbulkan beberapa masalah.

Internet yang memberikan kecepatan dalam arus informasi banyak dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk menyebarkan kabar atau berita yang tidak benar, palsu, bohong atau yang akrab di telinga dengan sebutan hoax.

Medsos akhirnya dipenuhi tulisan, gambar, berita abal-abal yang tidak jelas sumbernya dan palsu, kecenderungannya bombastis, provokatif. Temanya pun beragam, bisa isu agama, politik, SARA dan sebagainya.

Ini menjadi sebuah bencana, hal-hal hoax tersebut dibagikan atau di share oleh netizen dengan sekali klik tanpa ada verifikasi kebenarannya. Dan justru menjadi agen penyebar secara sukarela penyebaran kebohongan itu.

Yudi Prayudi, Kepala Pusat Studi Forensika Digital Universitas Islam Indonesia (UII) mengatakan, dulu hoax hanya berkaitan dengan hal-hal yang ilmiah.

Misalnya saja  kabar mengenai alien ataupun hal lain seperti pendaratan di Bulan. Namun saat ini, tren itu berubah.

"Istilah hoax dulu dikaitkan dengan hal semacam itu (Alien, mahluk asing dll), sekarang semakin intensnya pengguna sosial media, dimana kalau dilihat dari trennya yang sekarang ini sangat mengkhawatirkan," ujar Yudi saat ditemui di kantornya (23/11) kemarin.

Semakin mengkhawatirkannya hoax di media sosial baik itu tulisan, berita ataupun gambar menurut Yudi diakibatkan karena platform media sosial yang digunakan masyarakat semakin banyak.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved