Relokasi Parkir Malioboro

Ini yang Diinginkan Wisatawan untuk Malioboro

Wisatawan yang belajan kaki harus berdesak-desak karena lahan untuknya berjalan terambil oleh motor-motor yang terparkir di sana.

Tayang:
Penulis: abm | Editor: Ikrob Didik Irawan
tribunjogja/khaerurreza
Kawasan pedestrian Jalan Malioboro pada hari ini Senin (4/4/2016) sekitar pukul 09.30 WIB, tampak lengang sejak diberlakukannya relokasi parkir motor. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Septiandri Mandariana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Malioboro, merupakan salah satu nama jalan yang terdapat di Kota Yogyakarta. Nama ini bukanlah sekedar nama, namun banyak sekali kenangan di dalamnya.

Sampai-sampai grup musik Kla Project pun mendokumentasikan kisahnya di jalan ini ke dalam sebuah lagu.

Belum lagi bagi ribuan wisatawan maupun masyarakat Yogyakarta sendiri yang dalam setiap harinya silih berganti memadati jalan tersebut untuk membuat kisahnya bersama Malioboro.

Selain itu, tak lengkap rasanya jika melancong ke kota budaya tanpa berkunjung ke Malioboro.

Sambil berjalan kaki, berbagai sajian kuliner, pakaian tradisional, pernak-pernik dan lainnya menjadi daya tarik tersendiri yang bisa membuat banyak orang selalu tertarik datang ke jalan tersebut walaupun sudah berkali-kali.

Namun akhir-akhir ini kepadatan di ruas jalan maupun di trotoar yang memang seharusnya menjadi tempat untuk pejalan kaki kerap terjadi.

Hal itupun yang membuat Malioboro terlihat tak terkendali. Wisatawan yang belajan kaki harus berdesak-desak karena lahan untuknya berjalan terambil oleh motor-motor yang terparkir di sana.

"Saya sering ke Jogja, hampir tiap tahun ke sini. Nggak sah deh kalau ke Jogja tapi nggakke Malioboro. Tapi saya sering keganggu saat berjalan kalau banyak motor yang diparkir di trotoar," ungkap Monica Rantih Pertiwi (24), wisatawan asal Pontianak kepada Tribun Jogja, Senin (4/4/2016) siang di Malioboro.

Namun liburannya kali ini sedikit berbeda, sebab trotoar yang biasanya dipadati oleh kendaraan roda dua yang terparkir sudah tidak memadati trotoar.

Per 4 April 2016, parkiran motor dipindahkan di gedung parkir Abu Bakar Ali (ABA). Monica pun sempat heran ketika melihat kondisi trotoar yang kosong dari kendaraan roda dua yang terparkir di sana.

"Oh ya? Saya baru tahu kalau hari ini (4/4/2016) di sini nggak boleh parkir motor lagi. Kalau menurut saya ini bagus banget, jadi lebih tertib. Kami pelancongpun jadi merasa enak klo jalan kaki. Lebih bisa menikmati Malioboro. Jadi fokus ke yang jualan aja gitu, belanja. Kan cakep," kata Monica saat diberitahu Tribun Jogja bahwa parkiran motor dipindahkan ke gedung parkir ABA.

Selain itu, Monica pun menyarankan untuk ke depannya kawasan Malioboro tidak dilalui oleh kendaraan. Jadi Malioboro ditutup untuk kendaraan dan hanya digunakan khusus untuk para pejalan kaki.

"Itukan jadi lebih keren lagi kalau begitu," ujarnya sambil tersenyum. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved