Aksi Parkour di Candi Borobudur

Video Kontroversial Red Bull Dihapus, BKB Tetap Akan Selidiki

Video berdurasi 1 menit 23 detik yang menampilkan pria bule melompat dan berlari di candi Buddha terbesar di dunia ini tidak dapat lagi diakses.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: oda
Facebook | Redbull

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Video kontroversial di Candi Borobudur yang dikeluarkan oleh Red Bull diduga dihapus oleh pemilik akun minuman energi ini, Sabtu (19/3/2016).

Kendati demikian, Balai Konservasi Borobudur (BKB) tetap berupaya untuk meminta klarifikasi dan akan menyurati secara resmi terkait dengan tayangan video yang sempat meresahkan warga dan netizen.

Video berdurasi 1 menit 23 detik yang menampilkan pria bule melompat dan berlari di candi Buddha terbesar di dunia ini akhirnya tidak dapat lagi diakses di facebook red bull.

Sebelumnya, para netizen menghujat aksi model iklan kontroversial tersebut yang "sengaja" menginjak-injak bagian batu maupun stupa Candi Borobudur.

Kepala Layanan Konservasi BKB, Iskandar M Siregar mengatakan, pihaknya telah mengirim pesan melalui inbox di akun facebook Red Bull pasca video kontroversial ini terus ditonton ribuan orang dan panen komentar.

Dalam pesan yang dikirimkan oleh akun resmi BKB, pihaknya menyampaikan kecaman terkait video ini.

"Kami sungguh mengecam aksi dan juga video yang ditampilkan ini. Sungguh-sungguh menciderai dan tidak menghormati warisan cagar budaya," ujar Iskandar, Sabtu (19/3/2016).

Dia menjelaskan, adanya video ini juga sempat membuat pihaknya terkejut dan kaget. Pasalnya, sejauh ini belum ada perizinan ataupun syuting video yang dilakukan di candi peninggalan Dinasti Syailendra ini.

Meskipun, saat ini video tersebut sudah dihapus pemilik akunnya.

Adapun, menilik pada sepinya pengunjung candi, diduga pengambilan gambar dilakukan pada pagi hari. Namun demikian, pihaknya masih menyelidiki dan mendalami terkait dengan hal ini. Termasuk juga bagaimana syuting dilakukan.

"Pemeriksaan pada CCTV kami lakukan secara detil. Namun, memang harus kami teliti detik semi detiknya. Sejauh ini, memang belum terlihat," paparnya.

Disinggung penggunaan drone untuk pengambilan gambar video ini, Iskandar juga membenarkannya.

Ada beberapa bagian yang diambil dengan menggunakan drone, sehingga terlihat sang model dan juga area Borobudur secara keseluruhan.

"Namun, saya kira drone ini tidak dipakai di zona I, bisa saja di lain tempat agak jauh. Karena, memang, penggunaan drone tidak kami perbolehkan," kata Iskandar.

Pihaknya juga akan menggandeng ahli untuk mengetahui video tersebut benar-benar asli, atau hanya efek rekayasa saja. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementrian pusat terkait hal ini.

"Nanti akan ada surat resmi dari Kementrian pusat ke pihak yang membuat dan menayangkan video ini. Nanti lebih jauh akan kami sampaikan ke pers," paparnya. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved