Ledakan di Pos Polisi Sarinah

Akun Facebook 'Bahrun Naim' Pernah Sebar Tutorial Membuat Bom !

Nama Bahrun Naim pernah muncul di Facebook dan aktif membagikan tutorial membuat bahan peledak

1. Siapakah Bahrun Naim?

Barang bukti yang diamankan dari para pelaku teror di Jl MH Thamrin, Jakarta pada Kamis (14/1/2016)

Berdasarkan penelusuran, pria yang memiliki nama lengkap Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo ini merupakan narapidana kasus terorisme yang tertangkap Densus 88 di Solo pada tahun 2010 lalu. Ia dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara oleh PN Surakarta lantaran terbukti melanggar UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan bahan peledak.

Belakangan, namanya kembali muncul setelah Surati dan Sugiran, warga Sukoharjo melaporkan bahwa mereka kehilangan putri tercintanya bernama Siti.

Sebagaimana dilansir KOMPAS, dalam laporannya ke Polres Sukoharjo pada Senin, 16 Maret 2015 lalu, Surati menjelaskan bahwa putrinya itu menghilang setelah meminta uang sebesar Rp 3,5 juta yang diakuinya untuk biaya kuliah. Namun setelah itu, mereka kehilangan jejak putrinya.


Orang tua Lestari memegang foto Siti Lestari dan Bahrun Naim, Senin (16/3/2015) / KOMPAS.com | M Wismabrata

Sebelum peristiwa itu, Siti pernah memperkenalkan seorang pria bernama Bahrun Naim kepada mereka. Belakangan mereka tahu, bahwa pria itu merupakan narapidana kasus terorisme.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian dalam keterangan persnya di Kantor Presiden pada Kamis (14/1/2016) sore mengungkapkan bahwa teror bom di Sarinah dilakukan atas perintah Bahrun Naim, salah satu pentolan ISIS di Asia Tenggara.

Sebagaimana dilansir TRIBUNNews, Tito menyebutkan bahwa motif dari penyerangan di Sarinah karena adanya persaingan merebutkan kekuasaan untuk menguasai jaringan ISIS di Asia Tenggara.

"Dia mau jadi leader ISIS di Asia Tenggara. Ada upaya rivalitas, untuk menjadi pemimpin, di Filipina sudah mendeklare dan merek bersaing ingin menjadi leadership dan Bachrum Naim lancarkan serangan," kata Tito.

Tito mengungkapkan adanya perubahan strategi serangan di internal ISIS, yakni tidak saja melakukan operasi di Siria dan Irak.

"Kemudian amirnya, Abubakar Bagdadhi untuk lakukan operasi di luar Syria dan Irak lalu buat cabang di dunia, seperti di Eropa, Perancis, Afrika Utara, Turki dan Asia Tenggara. Sel-selnya sudah ada di thailand, Filipina, Malaysia, Indonesia dan lain-lain," kata Tito.

Halaman
Penulis: mon
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved