Komunitas Pecinta Binatang Yogya Gelar Aksi Tolak Sengsu
Aksi tersebut digelar untuk menolak dijadikannya anjing sebagai bahan makanan Sengsu.
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puluhan anggota Animal Friends Jogja (AFJ) menggelar aksi "Jogja Menolak Sengsu" di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta, Sabtu (4/4/2015). Aksi tersebut digelar untuk menolak dijadikannya anjing sebagai bahan makanan.
"Aksi ini adalah rangkaian dari kampanye & peluncuran petisi nasional Animal Friends Jogja (AFJ) dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) untuk menghentikan dan mengilegalkan perdagangan daging anjing di seluruh Indonesia dan sebagai bagian dari "Global Day of Action: International March to End Dog & Cat Meat Trade" yang diselenggarakan serentak di berbagai negara pada tanggal 4 April 2015," ujar Angelina Pane selaku koordinator aksi, di sela-sela kegiatan.
Menurut peserta aksi, anjing bukanlah bagian dari binatang ternak yang diperbolehkan untuk dikonsumsi. Selain itu, dengan maraknya konsumsi daging anjing berisiko terjadinya penyebaran penyakit rabies, terlebih anjing yang dikonsumsi tersebut tidak jelas kesehatannya.
"Berdasarkan investigasi yang kami lakukan, anjing yang dikonsumsi banyak didatangkan dari dearah yang belum bebas rabies, seperti Jawa Barat dan Bali," ujar Angelina Pane.
Para peserta aksi juga prihatin dengan maraknya tempat makan yang menjual daging anjing, sehingga memberikan julukan Yogyakarta sebagai Kota Sengsu (tongseng asu/ anjing, red). Berdasarkan data yang dimiliki AFJ, setidaknya ada 33 titik penjuala makanan dari daging anjing di Yogyakarta.
"Tetapi kemungkinan besar jumlahnya lebih dari itu, karena besarnya wilayah Yogyakarta, dan belum terpantau semua," pungkas Angelina Pane. Aksi tersebut diawali dengan long march dari depan hotel Inna Garuda menuju Nol Km Jogja, dilanjutkan aksi teatrikal.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/aksi-tolak-sengsu_0404_20150404_111050.jpg)