AFJ Serukan Kampanye 'Jogja Menolak Sengsu'

Anjing tersebut terlihat sadar bahwa orang-orang tersebut akan menangkap dan menjadikannya sebagai santapan.

Tayang:
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Hendy Kurniawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seekor anjing tampak tertekan akibat dikerubungi sejumlah orang yang membawa tongkat dan karung. Anjing tersebut terlihat sadar bahwa orang-orang tersebut akan menangkap dan menjadikannya sebagai santapan.

Hal tersebut adalah sepenggal cerita teatrikal bagian dari aksi simpatik puluhan anggota Animal Friends Jogja (AFJ) yang menggelar aksi 'Jogja Menolak Sengsu' di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta, Sabtu (4/4/2015). Aksi tersebut digelar untuk menolak dijadikannya anjing sebagai bahan makanan.

"Aksi ini adalah rangkaian dari kampanye & peluncuran petisi nasional Animal Friends Jogja (AFJ) dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) untuk menghentikan dan mengilegalkan perdagangan daging anjing di seluruh Indonesia dan sebagai bagian dari "Global Day of Action International March to End Dog & Cat Meat Trade" yang diselenggarakan serentak di berbagai negara pada tanggal 4 April 2015," ujar Angelina Pane selaku koordinator aksi, di sela-sela kegiatan.

Beberapa hal yang menjadi alasan bagi para pecinta binatang ini melakukan penolakan terhadap penjualan daging anjing, yakni berkaitan dengan risiko penyebaran rabies, kekejaman dalam menjalankan usaha tersebut, dan adanya pelanggaran hukum dalam usaha penjualan daging anjing.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh AFJ, sebagian besar anjing yang dikonsumsi berasal dari daerah yang belum bebas rabies, seperti Jawa Barat dan Bali. Dengan target pemerintah yang mencanangkan pada tahun 2020 Indonesia bebes rabies akan sulit tercapai, karena mengonsumsi daging anjing adalah faktor penyumbang penyebaran rabies.

Lebih lanjut Angelina Pane menyatakan meskipun Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur saat ini telah bebas rabies, dengan tetap tingginya tingkat konsumsi daging anjing, tinggal menunggu waktu saja untuk virus tersebut menyebar di ketiga wilayah tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved