Nini Thowong, Mistis yang Sarat Seni
Tarian ini dilakukan oleh boneka yang terbuat dari siwur (tempurung kelapa) dan wuwu (sejenis alat untuk menangkap ikan di air) yang kemudian dipegang
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Anda pernah mendengar dolanan Nini Thowong? Ya, hampir sebagian orang di Yogyakarta bahkan di Indonesia hanya mengenal Nini Thowong dari judul film di televisi.
Saat pernikahan GKR Hayu dan KPH Notonegoro, tarian Nini Thowong ini menjadi tarian yang ditunggu-tunggu.
Tarian ini dilakukan oleh boneka yang terbuat dari siwur (tempurung kelapa) dan wuwu (sejenis alat untuk menangkap ikan di air) yang kemudian dipegangi oleh beberapa orang.
Sekilas, boneka ini mirip jelangkung, namun berbeda dalam hal pakaian yang dikenakan dan cara memainkannya.
"Kalau jelangkung kan dari Tiongkok ya, dia kan nggak pakai gamelan, dan gendhing Jawa. Gak ada seninya. Nah ini kan ada seninya", tutur Didi Nini Thowok, maestro tari yang mengembangkan kembali kesenian Nini Thowong.
Para pembuat boneka Nini Thowong biasanya akan mengambil dan memilih roh-roh yang dirasa baik untuk dimasukan ke dalam boneka tersebut. Sehingga ketika dimainkan boneka akan bergerak.
Nini Thowong sendiri memiliki arti Nini (seorang wanita) dan Thowong (ngenthok-enthok uwong). Yang artinya menyerupai seorang wanita.
Dibalik pesan mistis dari permainan ini, Nini Thowong pada zaman dahulu diciptakan dengan tujuan khusus dan bermanfaat.
"Jadi zaman dulu Nini Thowong digunakan untuk menyembuhkan orang sakit, bukan secara mistis. Caranya boneka ini dimainkan di suatu desa yang ada orang sakitnya. Lalu pemainnya ini akan diajak oleh boneka mencari obat yang bisa menyembuhkannya, kalau ketemu daun buat obat dia akan ngangguk-ngangguk. Selain itu juga untuk mencari pencuri. Kalau nemu pencurinya dia akan memukuli si pencuri, ditutuk (dipukul)", tuturnya. (tribunjogja.com)