Dusun Watu Wayang

Tokoh Pewayangan Terpahat pada Puluhan Batu di Srimulyo

Apa saja kelebihannya? Dusun kecil berkontur perbukitan ini, sekilas tidak ada bedanya dengan tempat lainnya.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Hendy Kurniawan
Tribun Jogja/Mona Kriesdinar
Bongkahan batu besar dengan gambar tokoh pewayangan Arjuna, Wekudoro, Gatot Kaca, dan sejumlah tokoh pewayangan lainnya di Dusun Watu Wayang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Mona Kriesdinar

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - DIY dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara. Wajar saja, di DIY tersebar begitu banyak obyek wisata, mulai dari wisata alam, wisata sejarah, wisata minat khusus serta wisata seni budaya. Mulai dari pantai, bangunan bersejarah, hingga wisata pegunungan pun tersedia. Diantara sekian banyak obyek wisata, Dusun Duwet Gentong, Desa Srimulyo, Piyungan, Bantul tampaknya perlu anda jadikan pertimbangan salah satu kunjungan wisata.

Apa saja kelebihannya? Dusun kecil berkontur perbukitan ini, sekilas tidak ada bedanya dengan tempat lainnya. Rumah perkampungan penduduk, jalan tanah berukuran kecil, pohon-pohon yang meranggas di musim kemarau dan hawa panas terasa di tengah hari. Namun yang spesial, di tempat ini terdapat puluhan batu besar yang bergambar tokoh pewayangan. Jumlahnya ada tiga kompleks bebatuan.

Kompleks pertama berisi sekitar lima bongkahan batu besar dengan gambar tokoh pewayangan Arjuna, Wekudoro, Gatot Kaca, dan sejumlah tokoh pewayangan lainnya. Lokasinya ini paling mudah dicapai, anda hanya perlu menempuh perjalanan sekitar 300 meter dari jalan utama perkampungan dengan jalan sedikit menanjak.

Kompleks batuan kedua lokasinya berada di perbukitan yang lebih tinggi. Batu-batu ini pun memiliki gambar tokoh-tokoh pewayangan. Namun, anda harus lebih bersusah payah untuk menjangkaunya karena lokasinya yang lebih jauh. Demikian pula dengan di kompleks batuan ketiga yang lokasinya lebih jauh lagi, terpaut sekitar 2 kilometer dari kompleks batuan pertama. "Ada beberapa yang sudah hilang karena posisi batu bergeser paska gempa dulu," ujar Supriyono (25).

Selain pemandangan berupa batuan bergambar wayang, di dusun ini juga ada sebuah sendang atau penampungan mata air yang tak pernah kering. Sendang ini dijaga oleh seorang sesepuh kampung yang akan menerima pengunjung ketika hendak melukan ritual tertentu di sendang tersebut. Lokasinya berada di dataran yang lebih rendah dari kompleks bebatuan bergambar wayang.

"Paling banyak dari luar kota, biasanya kalau mau mencalonkan diri jadi pejabat, mereka mandi di sini pada malam-malam tertentu, ada juga yang cuma membasuh muka," timpal Widoyo (66) warga setempat.

sayang, keberadaan obyek wisata ini masih belum digarap maksimal. Belum ada sarana dan prasarana pendukung yang biasa ditemukan di tempat obyek wisata. Semisal yang paling mendasar yakni peta penunjuk arah. Menurut Supriyono, selama ini warga sekitar memang belum menyadari benar mengenai potensi itu. Sehingga belum ada perhatian serius untuk mempercantik daerahnya. Kegiatan promosi pun baru dilakukan ala kadarnya melalui situs jejaring sosial facebook.

Namun begitu, ke depannya mereka berencana untuk menggarap secara serius potensi itu. Termasuk diantaranya membuka potensi lainnya yakni wisata trekking menyusuri kompleks-kompleks batu bergambar wayang. (TRIBUNJOGJA.COM)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved