Nglithih, Cara Geng Pelajar Jogja Mencari Mangsa
nglithih dalam konteks kenakalan remaja adalah berkeliling menggunakan kendaraan yang dilakukan sekelompok oknum kelompok pelajar
Penulis: Hendy Kurniawan | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hendy Kurniawan
TRIBUNJOGJA.COM, JOGJA - Remaja dikenal memiliki energi lebih lantaran masuk dalam tahap pencarian jati diri. Ketika disalurkan untuk kegiatan positif maka energi tersebut menjadi bermanfaat.
Tapi ada beberapa oknum remaja yang notabene dalam usia sekolah salah menggunakan energinya yang berlebihan. Fenomena kenakalan remaja di beberapa wilayah DIY telah terjadi sejak lama.
Mulai dari nongkrong, membentuk komunitas atau geng, melakukan corat-coret tembok, tawuran dan sebagainya menjadi pemandangan jamak. Akhir-akhir ini istilah nglithih/klithih kerap terlontar di berbagai obrolan yang membahas kenakalan remaja.
Nglithih/klithih berasal dari kata dalam Bahasa Jawa yang berarti lebih kurang mencari kesibukan di saat senggang. Sementara nglithih dalam konteks kenakalan remaja adalah berkeliling menggunakan kendaraan yang dilakukan sekelompok oknum kelompok pelajar.
Biasanya mereka mencari pelajar sekolah lain yang dianggap sebagai musuhnya. Bisa juga diasumsikan putar-putar kota kemudian melakukan aksi vandalisme menggunakan cat semprot. Setelah bertemu kelompok atau pelajar sekolah sasaran, tak jarang terjadi aksi kekerasan.
Mulai dari memukul menggunakan tangan kosong, benda tumpul bahkan senjata tajam. Pada beberapa kasus malah ada yang melempar bom molotov di sekolah sasaran. Ironisnya, korban dari aksi nglithih ini tidak melulu pelajar yang memang menjadi musuh.
Baca selengkapnya Laporan Khusus Tribun Jogja mulai edisi Senin, 25 Agustus 2014. Ikuti perkembangan lain via akun Twitter @tribunjogja dan www.tribunjogja.com. (Tribunjogja.com)