Kenali 10 Gejala Alzheimer Alias Pikun

Provinsi DIY sebagai daerah dengan jumlah lansia terbanyak di Indonesia, dianggap potensial menyumbang penderita Alzhemeir

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ekasanti Anugraheni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Provinsi DIY sebagai daerah dengan jumlah lansia terbanyak di Indonesia, dianggap potensial menyumbang penderita Alzhemeir. Penyakit yang lebih dikenal dengan istilah pikun ini banyak menyerang warga. Ironisnya, mereka cenderung tak memahami penyakit ini dan menyepelekannya.

Alzheimer's Indonesia (ALZI), sebuah yayasan non-profit yang fokus menangani Alzheimer menunjukkan, estimasi jumlah penderita Alzhemeir (pikun) di Indonesia pada 2013 mencapai satu juta orang. Jumlah itu diperkirakan akan naik drastis menjadi dua kali lipatnya pada tahun 2030, dan menjadi empat juta pada 2050. Padahal, pembiayaan penyakit ini sangat tinggi.

"Tapi Alzheimer bisa dicegah sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat, berolahraga rutin, mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, berpikiran positif dan beraktivitas produktif," terang Executive Director Alzheimer's Indonesia (ALZI), Kusuma Dewi (DY) Suharya, Rabu (13/8/2014).

Berikut 10 gejala umum Alzheimer yang perlu diwaspadai :

1. Gangguan daya ingat.
Pengidap Alzheimer sering lupa dengan yang baru saja terjadi, lupa janji, menanyakan dan menceritakan hal sama berulang kali ataupun lupa tempat parkir.

2. Sulit fokus.
Mereka kesulitan dalam aktivitas sehari-hari misalnya lupa cara memasak, menggunakan telepon. Mereka juga kesulitan melakukan perhitungan sederhana.

3. Sulit melakukan kegiatan yang familiar.
Seringkali sulit merencanakan atau menyelesaikan tugas sehari-hari, bingung cara mengemudi, mengatur keuangan.

4. Disorientasi.
Bingung akan waktu dan lokasi tempatnya berada. Tidak tahu jalan pulang.

5. Kesulitan memahami visuospasial.
Pengidap Alzheimer cenderung sulit membaca, mengukur jarak ataupun mengenali wajah. Ada kalany amereka menabrak cermin saat berjalan dan tidak mampu menuangkan air tepat di gelas hingga tumpah.

6. Gangguan komunikasi.
Kesulitan berbicara dan mencari kata-kata yang tepat. Seringkali berhenti di tengah percakapan dan bingung untuk melanjutkannya.

7. Lupa meletakkan barang bahkan kadang curiga ada yang mencuri atau menyembunyikannya.

8. Salah membuat keputusan.
Misalnya berpakaian tidak serasi, tidak dapat memperhitungkan pembayaran saat membeli barang serta tidak bisa merawat diri dengan baik.

9.Menarik diri dari pergaulan.
Tidak memiliki semangat ataupun inisiatif untuk melakukan aktivitas atau hobi yang biasa dilakoni. Mereka juga tidak berminat berkumpul dengan rekan-rekannya.

10. Perubahan perilaku dan kepribadian.
Biasanya emosi berubah drastis, menjadi bingung, curiga, depresi, takut atau ketergantungan berlebihan pada anggota keluarga. (Tribunjogja.com)

Tags
Kesehatan
Penulis: esa
Editor: dik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved