Masjid Pathok Negoro yang Pertama Dibangun di Mlangi

Masjid Pathok Negoro Mlangi yang terletak di Mlangi, Kelurahan Nogotirto Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman

Masjid Pathok Negoro yang Pertama Dibangun di Mlangi
Tribun Jogja/ Hamim Thohari
Masjid Pathok Negoro Mlangi yang terletak di Mlangi, Kelurahan Nogotirto Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman merupakan masjid pathok negoro yang pertama kali dibangun.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Masjid Pathok Negoro Mlangi yang terletak di Mlangi, Kelurahan Nogotirto Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman merupakan masjid pathok negoro yang pertama kali dibangun. Di Yogyakarta terdapat empat masjid pathok negoro. Masjid tersebut dibangun pada tahun 1758 oleh Kyai Nuriman.

Memasuki gapura halaman masjid, terdapat beberapa tangga menurun. Dengan begitu dilihat dari tinggi tanah pada umumnya, lokasi masjid ini lebih rendah dibanding tanah sekitarnya. Sisi kiri dan halaman masjid terdapat tembok beteng mengelilingi masjid. Di halaman bagian utara terdapat bangunan ruang pertemuan. Di sisi barat, utara dan timur laut terdapat makam. Di makam sisi barat Masjid terdapat persemayaman Kyai Nuriman selaku pendiri masjid

Masjid Pathok negoro dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I. Pada masa setelah pembangunan Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono I memberikan tanah kepada Kyai Nuriman yang masih saudaranya di wilayah Mlangi untuk menyebarkan ajaran agama Islam.

Dijelaskan oleh Sri Pujo, satu diantara ketrurunan Kyai Nuriman, pada tahun 1758 Kyai Nuriman mendirikan pesantren dan Masjid di wilayah Mlangi. “Pada saat itu Kyai Nuriman membangun tempat untuk mengajarkan agama Islam. Kata megajarkan dalam bahasa jawa disebut Mulangi, kata mulangi itu yang menjadi asal usul kata Mlangi," terang Sri Pujo.

Pada masa pemerintahan Hamengkubuwono II bangunan Masjid di pindah sedikit ke timur bangunan lama. Pada saat itu masjid Pathok Negoro Mlangi di bangun sama dengan ketiga masjid Pathok Negoro lainnya. Bangunannya mengikuti gaya arsitektur Jawa dengan penyangga-penyangga kayu dan beratap tumpang. Di bagian depan, sisi depan, kanan dan kiri masjid terdapat blumbang sebagai tempat membersihkan kaki jamaah sebelum memasuki masjid. Dan terdapat pohon sawo kecik di halaman masjid.

Saat ini bangunan masjid tersebut telah berubah. Semua komponen bangunan tersebut merupakan material baru. Dijelaskan oleh Sri Pujo, bangunan Masjid yang saat ini berdiri merupakan hasil renovasi tahun 2012. Renovasi dilakukan oleh Pemerintah untuk mengembalikan bentuk asli masjid Pathok Negoro Mlangi.

Berdasarkan keterangan Sri Pujo, pada tahun 1955 pihak Keraton Yogyakarta menyerahkan pengelolaan masjid kepada masyarakat Mlangi. Pada tahun 1988 pengurus masjid melakukan renovasi untuk menambah daya tampung jamaah. “Karena jumlah jamaah yang terus bertambah maka pengurus masjid memutuskan untuk memperbesar Masjid," tambah Sri Pujo.

Didalam masjid masih terdapat mimbar, bedug dan kentongan. Bedug dan kentongan merupakan replika, kedua benda tersebut dibuat sama persis dengan bedug dan kentongan pada masa Kyai Nuriman.

Saat ini wilayah Mlangi dikenal sebagai daerah santri di Yogyakarta. Terdapat sembilan pondok pesantren di wliyah tersebut. Seluruh pondok pesantren tersebut diasuh oleh keturunan Kyai Nuriman.

Saat ini wilayah Masjid Pathok Negoro menjadi salah satu tujuan wisata Religi. Banyak peziarah yang mendatangi makam Kyai Nuriman dan masjid Pathok Negoro. “Jika hari Jum’at banyak orang yang berziarah ke Makam Kyai Nuriman, terlebih pada bulan Ruwah. Peziarah merupakan anak keturunan Kyai Nurimandan dan orang yang pernah nyantri di Mlangi," ungkap Sri Pujo. Peziarah tidak hanya datang dari sekitaran Yogyakarta, banyak juga peziarah yang berasal dari luar Jawa.

Saat ini masjid Pathok Negoro Mlangi belum sepenuhnya selasai direnovasi. Masih akan dibangun beberapa tambahan untuk mengembalikan masjid Pathok Negoro kebentuk aslinya. “Nantinya kolam yang mengelilingi masjid akan dibangun kembali," pungkas Sri Pujo.

Tags
Masjid
Penulis: mim
Editor: tea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved