Kriminalitas
Pencuri Modus Ban Bocor Gondol Uang dan Sertifikat Tanah
Aris Bharoto (45), warga Dukuh Sawahan, Gatak, Delanggu, menjadi korban pencurian dengan modus membocorkan ban mobil,
Penulis: oda | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Aris Bharoto (45), warga Dukuh Sawahan, Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, menjadi korban pencurian dengan modus membocorkan ban mobil, Rabu (26/6/2013) siang. Meski sempat mengejar pelaku, namun Aris tidak berhasil dan sayangnya tidak memperhatikan pelat nomor motor pelaku.
“Saya sempat mengejar pelaku yang berboncengan menggunakan motor, meski compresor portabel (pompa), masih menempel di ban belakang sebelah kiri. Mereka menghilang setelah berbelok ke kiri di pertigaan Ngingas (Bareng Lor, Klaten Utara). Saya sempat melihat muka pelaku yang mengambil tas saya yang ada di dalam mobil,” tuturnya, kepada Tribunjogja.com, di Klaten, Kamis (27/6/2013).
Kejadian tersebut berawal ketika korban dalam perjalanan menuju ke Jogja dari Delanggu, untuk me-refill printer-nya. Sesampai di depan Monumen Juang '45 Klaten, dia merasakan ban mobilnya kempes. Korban kemudian menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan mencoba memompa ban belakang sebelah kiri yang kempes dengan alat pompa jinjingnya.
Akibat terdapat robekan seperti akibat paku, korban kemudian mengambil lem serbaguna di dalam mobilnya. Namun saat sedang mengelem bagian ban yang sobek itu, dia melihat bodi mobilnya bergoyang. Lalu korban pun mengecek dan melihat ada seseorang masuk ke mobil dan mengambil tasnya. Pelaku tersebut langsung melarikan diri dengan berboncengan motor.
“Di dalam tas tersebut terdapat uang tuna sebesar Rp 30 juta, sertifikat tanah sebanyak antara 25 sampai 30 lembar, tiga buah buku tabungan. Kedua pelaku mengendarai motor sejenis Suzuki Satria FU,” imbuhnya.
Kejadian tersebut lalu dilaporkan korban ke Polres Klaten. Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Klaten, Iptu Danang Eko P, mengatakan telah menerima laporan tersebut. “Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Pelaku memang menggunakan modus lama,” tuturnya. (*)