Corak Candi Tinjon Masih Misteri
ARKEOLOG melakukan penelitian kembali di lokasi Candi Tinjon di Dusun Tinjon, Madurejo, Prambanan, Kabupaten Sleman
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Rina Eviana Dewi
ARKEOLOG melakukan penelitian kembali di lokasi Candi Tinjon di Dusun Tinjon, Madurejo, Prambanan, Kabupaten Sleman. Rencananya, tim ekskavasi akan bekerja hingga 22 Mei hari ini, setelah mereka melakukan penelitian sejak 13 Mei lalu. Sebelumnya, terakhir kali candi ini diteliti pada 1989 silam oleh Suaka Peninggalan Sejarah Purbakala (BP3) Yogyakarta.
Kepala Seksi Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta, Wahyu Astuti, menjelaskan, kepastian corak keagamaan yang menjadi latar belakang historis candi masih menjadi misteri. Namun, lokasi candi yang berada di perbukitan seribu ini memang letaknya berdekatan dengan sejumlah candi Hindu semisal Candi Ijo dan Candi Boko. "Candi Tinjon ini belum diketahui dibangun pada saat penyebaran agama Hindu atau Budha," ujar Wahyu Astuti, Selasa (21/05).
Dalam melakukan ekskavasi, para arkeolog dibantu 10 mahasiswa arkeologi UGM, delapan orang dari BPCB, serta lima orang warga sekitar. Mereka melakukan penggalian sedalam satu setengah meter untuk mengetahui pondasi candi. Penggalian dilakukan pada sembilan titik galian.
Temuan baru yang berhasil mereka peroleh dari penggalian itu antara lain sudut candi, denah, serta luas ukuran candi yang mencapai 30x30 meter persegi dengan memanfaatkan perbukitan sebagai pondasinya. Diketahui pula adanya batu andesit yang menjadi batu penyusunnya namun darimana asalnya, masih tetap menjadi misteri.
Menurut seorang anggota tim ekskavasi, Antar. meskipun telah dilakukan penggalian sebanyak sembilan titik pada area candi, namun belum diketahui secara pasti bagian depan candi. Hanya saja, antara titik galian satu dengan lainnya saling berhubungan sehingga dapat dibuktikan jika itu merupakan candi.
Pada ekskavasi ini, pihaknya hanya menargetkan untuk melakukan pengumpulan data terkait struktur batu, asal batuan penyusun, sudut candi, sebaran bangunan candi, denah, serta ukuran luas kompleks candi. "Rabu akan dikembalikan lagi ke lokasi semula, untuk menjaga supaya situs tidak rusak,"imbuh wahyu.
Ke depan, BPCB DIY akan melakukan penelitian lanjutan. Namun masih menunggu kepastian APBN hingga bulan Oktober 2013. Dalam setahun, BPCB hanya dijatah dua kali untuk melakukan eskavasi terkait penemuan-penemuan candi dengan biaya berasal dari APBN.
Jika dalam rentang waktu itu, tidak ada temuan candi lagi, maka dana akan dialokasikan untuk proses ekskavasi terhadap Candi Tinjon secara lebih menyeluruh "Kita tunggu dulu sampai Oktober. Kalau tak ada temuan candi, dana itu digunakan untuk tahap penyempurnaan candi Tinjon,"pungkasnya. (Mona Krisdienar)