A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Beredar Pesan Gelap soal UN di Kulonprogo - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
Minggu, 20 April 2014
Tribun Jogja

Beredar Pesan Gelap soal UN di Kulonprogo

Senin, 22 April 2013 13:38 WIB
Beredar Pesan Gelap soal UN di Kulonprogo
Ilustrasi.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO
– Sejumlah pesan gelap belakangan beredar di kalangan siswa di Kulonprogo selama pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini. Isi pesan tersebut menginformasikan bahwa hasil UN tidak akan digunakan sebagai penentu kelulusan siswa.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo, Sri Mulatsih, pesan beredar melalui layanan short message services (SMS). Hal itu menurutnya terkait dengan penundaan pelaksanaan UN tingkat SMA di 11 provinsi di Indonesia.

Dia mengimbau para siswa untuk tak menghiraukan pesan yang dikirimkan pihak tak bertanggungjawab itu. Terkait isi pesan gelap tersebut, Sri Mulatsih mengaku tidak tahu secara rinci.

“Memang ada isu melalui SMS ke siswa. Namun saya sampaikan, siswa tidak perlu percaya dengan isi SMS yang ngga jelas itu.  UN tetap berjalan normal sesuai prosedur operasional standar yang ada,” kata dia, Senin (22/4/2013).

Inti pesan dikatakannya menginformasikan bahwa menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, hasil UN tidak dipakai untuk penentuan kelulusan. Hasil ujian yang dipakai justru dari ujian sekolah. Pihaknya telah menginformasikan ke seluruh sekolah tentang ketidakbenaran pesan gelap tersebut untuk mengantisipasi dampak buruk terhadap siswa.

“Sekali lagi itu informasi yang tidak benar dan menyesatkan anak,” jelasnya. (*)
Penulis: ing
Editor: wid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
279823 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas