RPH Giwangan Akan Dilengkapi Mesin Pembeku Daging
Tribun Jogja - Minggu, 16 Desember 2012 19:57 WIB
Berita Terkait
- Pasukan Khas AU Kompi E Akan Jadi Detasemen Paskhas
- Di UNY Hatta Rajasa Dihujani Pertanyaan oleh Mahasiswa
- Merapi Kepulkan Asap Hitam Setinggi 800 Meter
- JK : Relawan Bencana Harus Tiru Sosok Mbah Maridjan
- Menpora Kukuhkan Pemuda Relawan Tanggap Bencana
- Bus Aspada Hantam Pembatas Jalan Depan Blok O
- Kasus Bom Molotov SMKN 3 Yogya, 17 Remaja Dikenai…
- Car Free Day Digelar Lagi Minggu 19 Mei
- Penemuan Granat di Atap Rumah Gemparkan Warga Jogoyudan
- Uang Rp 85 Juta Amblas Gara-gara Ingin Lolos Tes Bintara
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan akan dilengkapi dengan fasilitas mesin pembeku daging senilai Rp 2,08 miliar pada 2013.
Kepala Bidang Pertanian Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta Benny Nurhantoro menjelaskan, pembangunan ruangan khusus yang dilengkapi mesin pembeku daging tersebut sudah akan dimulai tahun depan. Pembangunanya dengan bantuan anggaran dari pemerintah pusat.
"Kami memperoleh bantuan dana APBN yang dialokasikan untuk perbaikan gedung sebesar Rp600 juta dan juga penambahan fasilitas pembeku daging dan sarana penunjang lain yakni armada pengangkut daging berupa satu kendaraan roda dua dan mobil box berpendingin untuk distribusi daging sebesar Rp 2,081 miliar," ucap Benny, Minggu (16/12/2012).
Saat ini, sapi hasil pemotongan di RPH Giwangan hanya bisa dipasok ke pasar-pasar tradisional di Yogyakarta saja karena harus langsung didistribusikan. Hal ini mengingat tidak adanya mesin pendingin. "Dengan adanya mesin pembeku, maka daging bisa tersimpan lama dengan kualitas terjamin dan kemudian dipasok ke daerah lain. Daging bahkan bisa bertahan hingga satu tahun," katanya.(*)
Kepala Bidang Pertanian Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta Benny Nurhantoro menjelaskan, pembangunan ruangan khusus yang dilengkapi mesin pembeku daging tersebut sudah akan dimulai tahun depan. Pembangunanya dengan bantuan anggaran dari pemerintah pusat.
"Kami memperoleh bantuan dana APBN yang dialokasikan untuk perbaikan gedung sebesar Rp600 juta dan juga penambahan fasilitas pembeku daging dan sarana penunjang lain yakni armada pengangkut daging berupa satu kendaraan roda dua dan mobil box berpendingin untuk distribusi daging sebesar Rp 2,081 miliar," ucap Benny, Minggu (16/12/2012).
Saat ini, sapi hasil pemotongan di RPH Giwangan hanya bisa dipasok ke pasar-pasar tradisional di Yogyakarta saja karena harus langsung didistribusikan. Hal ini mengingat tidak adanya mesin pendingin. "Dengan adanya mesin pembeku, maka daging bisa tersimpan lama dengan kualitas terjamin dan kemudian dipasok ke daerah lain. Daging bahkan bisa bertahan hingga satu tahun," katanya.(*)
Penulis : Eka Santi Anugraheni || Editor : Rina Eviana Dewi
Ikuti Tribunjogja.com melalui sosial media twitter @tribunjogja
Kota Yogyakarta Populer
Kota Yogyakarta Lainnya








