Ketakutan Dimas Berkurang saat Pegang Ular Piton
Pembina T-REC, Budi Kamarsyah, mengaku sengaja menyasar anak-anak sekolah untuk meningkatkan atensi terhadap keanekaragaman reptil.
Penulis: bbb | Editor: Sigit Widya

TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Puluhan siswa teriak bersahutan ketika beberapa ular piton mendekati mereka di aula SMA 1 Kesatrian, Jalan Pamularsih, Semarang, Sabtu (17/11/2012).
Namun, beberapa di antara mereka ada yang berani menyentuh ular tersebut, bahkan berfoto bersama. Tampak pula beberapa reptil lain di sana, antara lain mencawak dan iguana.
Para siswa mengalami momen itu kala komunitas reptil T-REC menyambangi SMA 1 Kesatrian untuk mengedukasi dan pengenalan tentang reptil. Tanggapan yang didapat bervariasi, ada yang menjadi berani, ada yang tetap takut dengan reptil.
"Acaranya asyik, sih. Tapi, saya enggak mau pegang," ucap Ika Kurnia Dewi (15), siswa SMA 1 Kesatrian.
Lain halnya dengan Dimas Walilis (16). Meskipun takut, ia memberanikan diri memegang ular piton. Ternyata, setelah merasakan bermain dengan ular tersebut, ketakutannya berkurang.
"Tadi ada safety (ada pemiliknya). Tapi, kalau ketemu ular secara tak sengaja, ya tetap lari," ujar siswa berkacamata itu.
Pembina T-REC, Budi Kamarsyah, mengaku sengaja menyasar anak-anak sekolah untuk meningkatkan atensi masyarakat terhadap keanekaragaman hayati, termasuk reptil.
(Tribunjogja.com)