Jangan Campur Teh dengan Gula Pasir
Teh sebaiknya diminum tanpa gula pasir, bisa diganti dengan rempah-rempah lainnya
Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO – Para ahli teh dari berbagai negara berbagi ilmu tentang cara menikmati minuman yang terbuat dari daun pohon teh itu kepada masyarakat Solo. Para ahli teh menyalahkan kebiasaan masyarakat Indonesia yang minum teh selalu dicampur gula pasir. Cara ini ternyata justru bisa membuat hilangnya rasa khas teh menjadi hilang.
Para ahli teh yang bersedia berbagi ilmu itu berasal dari Jepang, India, Cina, dan beberapa ahli negara lain yang menjadi pemateri dalam Solo International Tea Festival (SITF). Pengetahuan tentang cara menikmati teh mereka bagikan pada Solo Tea Society yang baru saja terbentuk di rumah makan Omah Sinten, Minggu (14/10/2012). Komunitas ini beranggotakan para pengusaha di Solo dan penggemar teh di Kota Bengawan.
“Kebanyakan masyarakat Indonesia jika minum teh selalu dicampuri pakai gula pasir, padahal hal itu salah,” kata Soren M Chr Bisgaard, master teh asal Jepang saat berbagi tips. Menurutnya, campuran gula pasir justru akan merusak cita rasa teh itu sendiri selain juga tak bagus untuk kesehatan. Apalagi dari pengamatannya kebanyakan gula pasir yang digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah kualitas rendah.
“Pemakaian gula pasir di Indonesia sudah seperti adict, harusnya dihilangkan. Teh sebaiknya diminum tanpa gula pasir, bisa diganti dengan rempah-rempah lainnya,” kata Soren. Di Cina atau Jepang, masyarakanya tak pernah menikmati teh dengan mencapur gula. Ia pun menyarankan masyarakat untuk mengkonsumi teh yang memang sudah manis tanpa harus memakai gula. (*)