Habibie di Sela Shooting Film Ainun (Bagian 1)

Temui Sahabat Sejati yang Dirawat di Ortoporc Klinik Köln

Kesibukan Habibie di Sela Shooting Film Ainun di Jerman (1) Temui Sahabat Sejati yang Dirawat di Ortoporc Klinik Köln

Di sela-sela kesibukannya shooting film di Jerman tentang kisah kasihnya dengan sang istri (yang kini almarhumah), Ibu Ainun, BJ Habibie menyempatkan diri mengunjungi sahabat sejatinya, Muhammad Syahbuddin Shahab, beberapa hari lalu. Saat itu  Syahbuddin dirawat inap di klinik ortopedi privat, Ortoporc Klinik Köln, setelah menjalani operasi lutut.

SYAHBUDDIN adalah teman tempat berkeluh kesah Bacharuddin Jusuf Habibie (76) sejak Habibie datang di Jerman untuk melanjutkan kuliah, sekitar tahun 1955, sampai sekarang. Persahabatan antara dua insan  ini diawali di Bonn, Jerman, ketika Habibie dan Syahbuddin sama-sama melanjutkan pendidikan di Jerman.

Persahabatan tersebut semakin erat ketika Habibie suatu ketika sakit dan dirawat di Rumah Sakit Bad Gutersberg, Bonn. Syahbuddin membawakan Habibie nasi dan semur ayam agar nafsu makannya timbul kembali. Sejak itu, dua insan ini selalu bersama dan tetap mengadakan komunikasi serta saling kunjung mengunjung satu sama lain.

Kalau Habibie sedang berada  di Jerman, maka mantan Presiden RI itu tidak akan pernah tak memiliki waktu untuk mengunjungi sahabatnya ini,  walaupun kesibukannya sangat padat. Semasa istri Habibie, Ainun, masih hidup, kunjungan lebih sering dilakukan, dan kedatangan mereka selalu disambut Syahbuddin dan istrinya, Marie-therese, yang telah biasa beradaptasi menerima  kunjungan tamu-tamu pejabat Indonesia di kediamannya, di Koeln.

Begitu juga sebaliknya, kalau Syahbuddin pulang kampung, ke Tanah Air, ia  pasti juga akan menyempatkan waktu untuk mengunjungi keluarga Habibie.  Syahbuddin dilahirkan di Padang, Sumatera Barat, tetapi kemudian pernah bermukim di beberapa tempat, termasuk Malang, Jawa Timur.

Persaudaraan antara Habibie dan Syahbuddin tidak hanya sebatas antara mereka berdua, tetapi juga antara saudara-saudara kedua belah pihak. Bahkan dua anak dan cucu-cucu Habibie pun  mengenal Syahbuddin sebagai bagian dari mereka, dan kalau sedang  di Jerman pasti akan berkunjung ke Koeln.

Tetapi, siapa sebenarnya Syahbuddin?  Bagaimana kisahnya sehingga ia "terdampar" di Jerman, dan akhirnya bertemu Habibie? Pria bernama lengkap Syahbuddin Muhammad Shahab itu lahir di Padang, Sumatera Barat, sekitar 80 tahun lalu. Sekarang ia bersama istrinya bermukim di Koln, Jerman.

Syahbuddin, yang masih fasih berbahasa Minang, sejak lahir sampai saat penjajah Jepang masuk ke Indonesia, bersekolah di Perguruan Adabiyah Padang. Ketika terjadi revolusi, pendidikannya pun terputus karena ia harus mengungsi ke Padang Panjang dan Solok. Setelah itu Syahbuddin berangkat ke Singapura untuk mencari senjata dan bahan kertas untuk uang Oerip, demi diselundupkan ke Indonesia sebagai bekal melawan penjajah di masa itu.

Ketika Belanda melancarkan serangan agresi pertama, Syahbuddin yang tadinya hendak pulang dari Singapura terpaksa membatalkan niatnya, dan mencoba bertahan di Singapura sambil bekerja di sebuah rumah makan sampai tahun 1947. Setelah itu Syahbuddin mendapat bantuan, dan akhirnya bisa kembali pulang ke Tanah Air tetapi tidak ke Padang melainkan ke tempat kakaknya di Malang, Jawa Timur. Di sana ia menjadi gerilyawan pembawa obat-obatan untuk tentara, ketika terjadi agresi kedua.

Setelah revolusi selesai, tahun 1949, Syahbuddin melanjutkan pendidikannya di SMP dan SMA Katolik Surabaya. Semasa sekolah,  bersama Fuad Hassan (pernah menjabat Menteri Pendidikan, Red), ia sempat memimpin rombongan pandu Jawa Timur ke Jambore Nasional I di Jakarta.

Syahbuddin kemudian melanjutkan sekolah ke jurusan Ekonomi Perusahaan, Universitas Albertus Magnus, Koln. Di sinilah Syahbuddin kala itu bertemu dengan Habibie, Wardiman Djojonegoro (belakangan menjabat Menteri Pendidikan), dan Purnomosidi Hadjisarosa (pernah menjabat Menteri Pekerjaan Umum),  yang  juga melanjutkan studi di Jerman. (mimi rawang schlueter/warga Indonesia di Jerman/bersambung)

Editor: tea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved