Bibit Waluyo Dituntut Minta Maaf kepada Seniman
dirinya secara pribadi menuntut Bibit Waluyo segera meminta maaf pada seniman jaran kepang.
Penulis: had | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Seniman dan budayawan di Magelang menuntut Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta maaf pada pegiat seni tradisional jaran kepang atau kuda lumping.
Hal itu menyusul pernyataan yang dilontarkan Bibit, bahwa kesenian jaran kepang atau jathilan adalah kesenian terjelek di dunia dalam sebuah acara di Borobudur International Golf and Country Club (BIGCC) Kota Magelang, Minggu (9/9/2012).
Ketua Dewan Kesenian Kota Magelang, Condro Bawono atau Mbilung Sarawita melalui akun facebooknya menyatakan, dirinya secara pribadi menuntut Bibit Waluyo segera meminta maaf pada seniman jaran kepang.
“Jika belum ada permintaan maaf Gubernur Bibit Waluyo kepada masyarakat kesenian jaran kepang / jathilan terkait pernyataannya di Magelang hari Minggu 9 September 2012 maupun ralat-pernyataannya hari Senin 10 September 2012, mengingat bahwa ralat-pernyataan itu belum memuat permintaan maaf, maka perkenankanlah saya mengambil sikap PRIBADI untuk TIDAK HADIR DAN TIDAK BERSEDIA MEMBANTU penyelenggaraan kegiatan apapun di manapun kapapun yang mengundang atau akan dihadiri oleh Gubernur Bibit Waluyo,” tulisnya melalui jejaring sosial facebook, Selasa (11/9/2012) pukul 18.45 wib.
Di akhir pernyataannya tersebut, Mbilung juga berharap agar orang nomor satu di Jateng tersebut selanjutnya dapat bertutur kata secara bijak. “Semoga Hyang Maha Agung segera memberi pencerahan batin kepada beliau untuk dapat bertutur-kata adiluhung sesuai keinginan beliau sendiri mengenai kesenian adiluhung,” demikian penutupan pernyataannya tersebut,” tulis Mbilung di akhir pernyataannya.
Ungkapan Mbilung ini, mendapat komentar berragam. Namun seluruhnya mendukung pernyataan tersebut dan mengecam pernyataan Bibit Waluyo sebagai seorang Gubernur di Jawa Tengah.
Sementara itu, seniman senior sekaligus budayawan Magelang, Sutanto atau Tanto Mendut, juga berharap hal serupa, yakni ada permintaan maaf dari Gubernur terhadap masyarakat pegiat seni kuda lumping.
“Ya memang harus begitu, harus minta maaf,” tegasnya singkat sambil mengatakan bahwa dirinya sedang ditunggu wali kota. (TRIBUNJOGJA.COM)
BACA JUGA : Bibit Bantah Jathilan Terjelek Di Dunia