Momen Langka, Sultan dan Ratu Mesra di Depan Publik

Sultan dan Ratu mesra di depan wartawan

Momen Langka, Sultan dan Ratu Mesra di Depan Publik
TRIBUNJOGJA.COM/BRAMSTYO ADHI
Sri Sultan HB X dan istri, GKR Hemas, saling melingkarkan tangan di Gedong Wilis Kepatihan, Yogyakarta, Minggu (15/7) siang.
Pemandangan langka diperlihatkan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dan sang istri, GKR Hemas. Seusai menerima kunjungan Menlu Australia, Bob Carr, di Gedong Wilis Kepatihan, Yogyakarta, Minggu (15/7/2012) siang, keduanya menunjukkan kemesraan dengan saling merangkulkan tangan ketika para pewarta foto mengabadikan mereka.

"SUDAH mesra ini, lho. Tangan saya melingkar di pinggangnya," tutur GKR Hemas, yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tersebut, saat diminta berpose oleh pewarta foto.

Namun, Sri Sultan HB X tampak masih malu, dan belum membalas rangkulan tangan sang istri. "Ngerso Dalem masih malu-malu, tuh," ujar seorang pewarta, bercanda.

Tak lama kemudian, Sultan pun melingkarkan tangannya di pinggang istrinya. "Kalian memang paling bisa kalau membujuk. Nanti terus dinaikkan (ke media cetak)," kata Sultan HB X, gubernur DIY yang juga raja Keraton Yogyakarta, sembari tertawa.

Setelah sekitar 30 detik berpose, dan diabadikan oleh beberapa kamera kamera, pasangan suami- istri tersebut pun melepaskan rangkulan. Acara dilanjutkan dengan wawancara mengenai pertemuan Sultan dan Menlu Australia oleh para pewarta tulis yang menunggu.

Dua sejoli yang enam tahun lagi akan merayakan ulang tahun emas pernikahan itu  tampak menebar banyak senyum kepada insan pers yang hadir saat itu. Seakan mengatakan jika romantisme tak hanya milik kaum muda. Terlebih, dalam  usia yang relatif sudah tua, Sultan (66) dan Hemas (59), wajah mereka masih menampakkan sisa ketampanan dan kecantikan di masa lalu yang akan diabadikan melalui bidikan lensa dan pena pewarta.

Momen seperti ini terhitung sangat jarang diperlihatkan oleh raja dan permaisuri Keraton Yogyakarta tersebut di depan umum. Apalagi, kesibukan GKR Hemas sebagai wakil ketua DPD, yang berkantor di Jakarta, membuat ibu lima anak kelahiran Jakarta, 31 Oktober 1952, ini tak bisa selalu mendampingi sang suami di Yogyakarta.

Karier GKR Hemas pun tak sebatas di sini. Pada tahun 1997 sampai 1999 ia pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari Fraksi Utusan Golongan. Selain itu, Hemas pernah menekuni profesi di bidang jurnalistik dengan menjadi pemimpin redaksi Majalah Kartini.

Adapun Sultan, yang memiliki nama lahir BRM Herjuno Derpito, dinobatkan menjadi raja Yogyakarta pada 7 Maret 1989. Gelar resminya adalah Sampeyan Dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengku Buwana Senapati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping Sadasa.

Sri Sultan HB X menikahi GKR Hemas, yang memiliki nama kecil Tatiek Drajad Suprihastuti pada tahun 1968. Mereka dikaruniai lima putri, yaitu GKR Pembayun, GKR Candrakirana, GKR Maduretno, GRA Nurabra Juwita dan GKR Bendara. (Hendy Kurniawan)

Penulis: hdy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved