Lapas Nusakambangan Kembangkan Komputerisasi Data Napi
mempermudah akses data dan status napi, hal itu juga dapat menekan praktek pungutan liar (pungli) di lingkungan lapas.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, CILACAP - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika, Nusakambangan, Cilacap mulai mengembangkan sistem komputerisasi pendataan napi dan prosedur kunjungan bagi para napi.
Selain untuk mempermudah akses data dan status napi, hal itu juga dapat menekan praktek pungutan liar (pungli) di lingkungan lapas.
Sebelumnya, prosedur kunjungan oleh para keluarga napi di lapas Narkotika, Nusakambangan harus melalui proses yang rumit. Pengunjung yang hendak menjenguk para napi harus mengantre di teras lapas untuk bisa masuk ke ruang bertemu dengan napi karena lamanya olah data napi.
Olah data napi yang masih manual tersebut menghambat proses pencarian data. Akibatnya, petugas yang dilibatkan juga terbilang cukup banyak.
"Banyaknya petugas yang harus berjaga tersebut menyulitkan pengawasan terhadap petugas lapas, termasuk adanya praktek pungli," kata Lilik Sujandi selaku Kepala Lapas Narkotika, Nusakambangan, Cilacap ketika ditemui di kantornya, Selasa (3/7/2012).
Dengan metode komputerisai tersebut, petugas dapat lebih cepat mengakses data napi. Pengunjung yang datangpun tak perlu lama menunggu.
"Cukup beberapa petugas saja yang mengurus proses tersebut, sehingga pengawasan lebih mudah, namun pengawasan di lingkungan lapas tetap tinggi," tambah Lilik. (*)