Liga Champion
Philipp Lahm Trauma Laga Final
Final ini mengingatkannya akan kenangan buruk pada final-final sebelumnya.
Bayern Muenchen untuk pertama kalinya berada pada laga final Liga Champion di markas sendiri, mereka akan kedatangan klub yang sedang top perform, meski kehilangan sejumlah pilarnya, yaitu Chelsea.
Phillipp Lahm belum pernah menjadi juara pada kompetisi internasional, ia selalu tercatat menjadi pemain runner up laga final. Kehebatan Bayern Muenchen melaju ke final Liga Champion musim 2009/10, harus dihentikan oleh Inter Milan. Die Roten kalah 0-2 dari I Nerazzurri lewat dua gol Diego Milito.
Lahm juga selalu gagal menjadi juara bersama tim nasional Jerman. Saat pertama kali membela Der Panzer, Lahm hanya menjadi runner up pada Piala Eropa U-19 tahun 2002 di Norwegia, akibat kalah 0-1 dari Spanyol. Gol tunggal kemenangan La Furia Roja dicetak oleh Fernando Torres pada menit ke-55.
Sungguh malang nasib Lahm. Pada ajang yang sama dengan level usia berbeda, Lahm bersama Jerman harus kembali menjadi runner up pada Euro 2008 di Austria-Swiss, akibat kalah dari lawan yang sama, yaitu Spanyol. Lagi-lagi Fernando Torres yang menjadi aktor utama pengubur impian indah Lahm. El Nino mencetak gol pada menit ke-33 usai mencuri bola dari jangkauan Lahm.
Bek sayap asli kota Muenchen berusia 28 tahun itu akan tampil lagi di sebuah partai final dan akan bertarung di hadapan The Bavarians. Apakah Lahm akan menjadi runner up lagi? Mengingat tanah di Muenchen selalu menghadirkan sang juara baru?
Contohnya, musim 1992/1993, Marseille secara tak terduga berhasil menjadi juara usai mengalahkan tim langganan juara Liga Champion, AC Milan, 1-0. Pada musim 1996/97, Borussia Dortmund berhasil mengangkat trofi Liga Champion usai menghancurkan sang juara bertahan, Juventus, 3-1.
Siapakah yang akan meraih trofi Liga Champion? Apakah Lahm atau justru Torres mempecundangi Lahm lagi? Kita saksikan saja final bersejarah tersebut. (*)