Stok Belut Godean Makin Berkurang
Disini lahan pertanianya sudah banyak tercemar bahan kimia
PARA pedagang peyek belut di Pasar Godean saat ini dalam kondisi kesulitas mencari belut sebagai bahan baku utama peyek buatannya. Mereka pontang-panting mencari pengepul belut hingga ke Jawa Timur untuk memenuhi persediaan bahan baku.
"Disini lahan pertanianya sudah banyak tercemar bahan kimia. Karena itu, belut disini tinggal sedikit karena susah berkembang biak," kata seorang pedagang peyek belut, Nanik Andayani (36), Jumat (11/5).
Pasokan belut dari Jawa Timur mencapai 90 persen dari total keseluruhan bahan baku yang diperlukan untuk membuat peyek belut. Sedangkan sisanya 10 persen berasal dari sekitar Godean.
Faktor lain sedikitnya pasokan dari sekitar Godean, karena budidaya belut susah dilakukan seiring semakin menyempitnya lahan-lahan sawah sebagai ekosistem belut. "Di Jawa Timur masih banyak lahan pertanian sehingga belut banyak berasal dari sana," terang warga Jowah V, Sido Agung, ini.
Anik Purwati (48) pedagang peyek belut lainya, mengaku, kurangnya bahan baku belut karena di daerah Godean sudah banyak perumahan. Akibatnya lahan pertanian banyak yang berkurang.
Untuk memenuhi bahan baku, biasanya para pedagang peyek belut yang berjumlah 35 pedagang ini membeli di agen. Para agen bisanya mengambil belut dari Malang, Lumajang dan Bojonegoro.
Harga peyek belut mencapai Rp 55 ribu perkilogramnya untuk kualitas biasa. Sedangkan kualitas super mencapai Rp 65 ribu. Harga menjulang tinggi inilah yang membuat warga Godean tertarik untuk menjadikan usaha peyek belut ini sebagai penopang hidup sehari-hari. (chatarina binarsih)