Penggantian Genset di Pasar Beringharjo
Fadli Malu Saat Listrik Mati
Genset berkapasitas 500 kilo volt ampere (kva) pada tahun ini akan dipasang di Pasar Beringharjo.
Penulis: Rina Eviana Dewi | Editor: tea
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Genset berkapasitas 500 kilo volt ampere (kva) pada tahun ini akan dipasang di Pasar Beringharjo. Pemasangan genset dengan kapasitas out put 450 ribu watt ini, lantaran genset yang ada sebelumnya belum mampu mencukupi kebutuhan penerangan Pasar Beringharjo ketika listrik padam.
Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (Dinlopas) Yogyakarta, Ahmad Fadli mengatakan, sebelumnya tahun 1993 Pemkot telah membeli genset dengan kapasitas 30 kva. Namun jika listrik padam, penerangan di pasar tersebut belum tercukupi. Genset dengan kapasitas 30 kva, katanya hanya mampu menghasilkan out put sekitar 25 ribu watt.
"Kalau lampu mati pedagang pakai lilin atau genset kecil yang sambungannya rawan kebakaran. Demikian juga lilin rawan terjadi kebakaran," jelasnya di sela-sela peletakan batu pertama rumah genset di Beringharjo, Selasa (17/4).
Dengan penggantian genset baru ini, diharapkan jika terjadi pemadaman lampu oleh PLN, pasar tersebut masih bisa diterangi secara optimal menggunakan genset. Diakui Fadli pemadaman listrik di Beringharjo sering terjadi. Sebagai pasar tradisional yang merupakan pusat wisata belanja Yogyakarta, Pemkot mengambil kebijakan untuk melakukan tindak lanjut dengan mengganti genset baru. "Malu kalau lampu mati di Beringharjo. Sementara pasar ini tidak hanya dikunjungi masyarakat skala nasional. Tapi juga warga asing sering belanja disini," katanya.
Rencananya genset seukuran mobil colt ini akan ditempatkan di rumah genset di blok I lantai 1 Pasar Beringharjo. Pedagang Beringhajo yang jumlahnya kurang lebih 6.800 kata Fadli tidak akan ditarik biaya operasional. "Juga tidak ada kenaikan biaya retribusi pasar," jelasnya.
Adapun genset sebelumnya yang ada di Beringharjo menurut Fadli akan dipindahkan ke Pasar Klitikan.
Bangunan rumah genset, menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Genset, Supriyadi luasannya, 6,5 meter x 5 meter. Menurut dia dalam perencanaan pembuatan rumah genset tersebut akan dibuat sumur-sumuran sedalam 1,5 meter agar getaran genset raksasa tersebut masuk ke dalam tanah. Sehingga getaran genset berkurang dan tidak menganggu pedagang di sekitar tempat penyimpanan genset tersebut.
"Tembok timur akan dijebol atasnya diberi lubang agar suara keluar sehingga mengurangi getaran. Sudah dengan perencanaan matang struktur bangunan kuat dan getaran diminimalkan," jelasnya.
Untuk membuat rumah genset Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) kata Supriadi menyediakan pagu anggaran Rp 50 juta. "Secepatnya diselesaikan sebelum gensetnya datang," katanya. (*)