Animal Friends Jogja Selamatkan Binatang Terlantar
Rocky, seekor anjing yang mengalami luka bakar hebat akibat awan panas hampir di sekujur tubuhnya.
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Bertepatan dengan peringatan hari Binatang Terlantar Sedunia atau World Stray Animal Day yang jatuh pada tanggal 4 April, Pets Adoption Movement menggelar acara bertajuk Pets Adoption Night.
Event yang digagas bersama dengan komunitas pecinta binatang Animal Friends Jogja (AFJ) dan Shelter Meces tersebut, berhasil menggaet cukup banyak audiens yang datang dari undangan yang disebar melalui situs mikrobloging twitter.
Mereka tak hanya berminat untuk memberikan partisipasi menyelamatkan binatang – binatang yang terlantar, namun juga tertarik untuk mendengar berbagai kisah memilukan mengenai penyelamatan binatang yang terlantar.
“Dulu saya pernah menyelamatkan seekor kucing bernama Biddo, ia ditelantarkan oleh pemiliknya karena dia memang tidak terlalu suka binatang. Sementara dia sendiri memeroleh binatang itu dari pemberian seorang temannya yang memiliki hutang, jadi kucing ini seperti jaminan hutang saja,” ujar Yani, seorang relawan dari AFJ, Rabu (04/4/2012).
Ditemui di lokasi acara di Pogung Baru, Sleman, Yani mengisahkan bahwa saat itu, kucing tersebut berada dalam kondisi sangat memperihatinkan. Bulunya sudah gimbal lantaran terkena hujan dan panas matahari serta tanpa perawatan sama sekali. Sementara lehernya, dikalungi rantai yang panjangnya hanya beberapa senti meter saja. Ia pun dikurung dalam sangkar yang ukurannya sangat kecil. Situasinya tak jauh berbeda ketika melihat makanan dan minuman yang diberikan oleh si pemiliknya.
Karena prihatin melihat kondisi tersebut, Yani pun akhirnya berinisiatif untuk merawatnya meski si pemilik tak memberikannya ijin. “Syukurlah saya bisa menyelamatkan kucing itu setelah melalui rapat RT yang prosesnya cukup panjang,” ujarnya.
Selain Yani, ada pula beberapa relawan lainnya yang menceritakan penyelamatan binatang yang menjadi korban erupsi merapi. Semisal penyelamatan terhadap Rocky, seekor anjing yang mengalami luka bakar hebat akibat awan panas hampir di sekujur tubuhnya.
Setelah menjalani perawatan medis, Rocky akhirnya mampu bertahan meskipun beberapa bulunya sudah tidak bisa lagi tumbuh. Atau ada pula kasha tragis seekor kucing yang harus rela kehilangan kaki dan tubuhnya yang ditusuk paku karena penganiayaan yang dilakukan oleh pemiliknya.
Sementara itu, penggagas acara pets adoption movement, Dian Paramita menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan momen penting untuk mengkampanyekan semangat kasih sayang, kepedulian dan aksi untuk binatang peliharaan yang terlantar. Salah satu penyebabnya yakni karena jumlah hewan peliharan terus – menerus bertambah sehingga menjadi over populasi.
Sementara pertambahan jumlahnya itu sendiri merupakan akibat dari breeder yang terus – menerus mengembangbiakan hewan peliharaan untuk dijual kepada masyarakat, tanpa memikirkan dampak jangka panjangnya. “Oleh karena itu, kami mengajak kepada masyarakat untuk stop membeli hewan peliharaan, dan mulailah untuk mengadopsinya,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, di Yogyakarta ini kondisinya pun sudah memprihatinkan, bahkan menurut pengamatannya, di setiap sudut kota pasti bisa ditemukan binatang – binatang peliharaan yang terlantar.(TRIBUNJOGJA.COM)