Yoyok Akan Lapor PT NPI
manajemen Laskar Mataram masih belum bisa menentukan keputusan terkait nasib para pemain di putaran kedua mendatang.
Penulis: Muhammad Fatoni | Editor: Hendy Kurniawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pihak manajemen PSIM telah melakukan pertemuan internal dengan tim
pelatih guna membahas evaluasi tim sepanjang putaran pertama, Senin
(26/3/2012) malam. Namun, manajemen Laskar Mataram masih belum bisa
menentukan keputusan terkait nasib para pemain di putaran kedua
mendatang.
Menurut direktur utama PT PSIM, Yoyok Setiawan, pihaknya memang telah
mendengarkan dan menerima laporan dari tim pelatih. Ia juga telah
menerima sejumlah rekomendasi terkait perombakan tim.
"Kemarin (Senin) malam memang sudah selesai rapat evaluasi, tapi untuk
keputusan, kami belum bisa menentukan apa-apa," terangnya saat dihubungi
Tribun Jogja.
Menanggapi rekomendasi pelatih terkait daftar nama pemain yang hendak
dipulangkan, ia juga belum bisa banyak berkomentar. Menurutnya, hal
tersebut masih akan dilaporkan pada pihak PT Nirwana Persada Indonesia
(NPI) yang dinilai berwenang untuk menentukan nasib pemain.
Begitu juga dengan rekomendasi untuk mendatangkan tambahan pemain baru
guna mengarungi putaran kedua mendatang. Yoyok juga menjelaskan hal
tersebut menjadi wewenang PT NPI yang selama ini membayar gaji pemain.
"Yang jelas dari hasil rapat Senin malam, belum ada keputusan pencoretan
pemain, nanti tergantung PT NPI seperti apa," imbuhnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya juga akan membicarakan lagi
terkait nasib sejumlah pemain yang masuk dalam daftar merah berdasarkan
rekomendasi tim pelatih. Menurutnya, beberapa faktor non teknis tetap
akan dijadikan acuan dan pertimbangan untuk menentukan sikap manajemen
selanjutnya.
Meski demikian, Yoyok juga masih enggan menyebut lima nama yang mendapat
rapor merah dari tim pelatih. Ia hanya memastikan belum akan melakukan
pencoretan atau pemutusan kontrak terhadap para punggawa PSIM.
"Nanti dulu lah soal namanya, lagian itu juga belum pasti, kami akan
tunggu dulu tanggapan dan keputusan dari PT NPI," katanya.(*)