Grandong Mundur Dari PSS
Tak Ingin Jadi Beban Tim
Agus Grandong tak ingin keberadaannya di tim hanya akan menjadi beban bagi rekan tim lainnya di PSS Sleman
Penulis: Muhammad Fatoni | Editor: Hendy Kurniawan
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gelandang sayap PSS Sleman, Agus Purwoko, secara terus terang ia juga berujar dirinya merasa berat dan sedih saat
harus mengucapkan selamat tinggal pada klub yang telah ia bela selama
tujuh musim tersebut. Agus Grandong mengaku sudah sangat mencintai dan
merasa menyatu dengan klub kebanggaan warga Sleman itu.
Namun, rasa cintanya terhadap PSS itulah yang juga menjadi faktor
pendorong dirinya untuk mengambil keputusan tersebut. Ia tak ingin,
keberadaannya di tim hanya akan menjadi beban bagi rekan tim lainnya.
"Ngga enak juga kan kalau sudah dibayar tapi ngga kerja sama sekali,
kalau saya tetap di sini, malah akan jadi beban pelatih, manajemen,
teman, dan suporter," tutur pemain 27 tahun.
Putra asli Sleman ini menuturkan dirinya telah memeriksakan cederanya ke
dokter. Hasil pemeriksaan tersebut mengatakan cederanya cukup parah dan
belum bisa ditentukan kapan akan pulih total.
Menurutnya, keputusan untuk mundur tersebut merupakan jalan terbaik
untuk dirinya dan tim PSS. Meski dengan berat hati, ia melakukan hal
tersebut demi kemajuan dan perkembangan PSS untuk lebih berprestasi pada
musim ini.
Ia menambahkan, apabila dirinya tetap bertahan di PSS, ia justru akan
menjadi beban dan menghambat perkembangan anak-anak Elja. Akhirnya,
setelah mempertimbangkan berbagai hal, ia harus melepaskan seragam PSS
yang selama ini telah ia kenakan.
"Keputusan ini saya ambil karena terlalu cinta dengan PSS, dengan ini
semoga akan berdampak positif bagi tim dan saya pribadi," tandasnya.(*)