Mbah Bardi Ultimatum Manajemen PSIM
Subardi mengancam akan meninggalkan PSIM apabila tak segera melakukan langkah nyata
Penulis: Muhammad Fatoni | Editor: Hendy Kurniawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komisaris utama PT Nirwana Persada Indonesia (NPI), Subardi, telah
melayangkan peringatan kepada pihak manajemen PSIM. Hal itu terkait
dengan pengelolaan dan profesionalitas manajemen Parang Biru yang memicu
konflik internal yang terjadi belakangan ini.
Meski tidak secara resmi, ia berharap peringatan yang disampaikan secara
lisan tersebut dapat diperhatikan oleh pihak manajemen PSIM. Ia
menegaskan, apabila tak ada respon dan aksi nyata, Subardi menuturkan
pihaknya bakal meninggalkan PSIM termasuk pendanaan yang selama ini
diberikan.
Pria yang akrab disapa Mbah Bardi ini menjelaskan, peringatan tersebut
diambil setelah melihat perkembangan manajemen PSIM. Menurutnya, pihak
manajemen sejauh ini kurang aktif dan profesional dalam menjalankan roda
organisasi tim kebanggaan warga Kota Yogya.
"Daripada saling menyalahkan dan ngoceh di koran, kalau mereka tak ada
kemajuan dan aksi nyata, ya kami mending lari saja," tegasnya saat
dikonfirmasi, Rabu (7/3/2012).
Mbah Bardi menguraikan, selama ini dirinya bersama PT NPI telah bersedia
menjadi pihak ketiga dan membantu pendanaan PSIM. Namun ia menegaskan,
bantuan tersebut hanya sebatas pembayaran gaji pemain.
Sementara untuk bonus pemain dan segala biaya operasional, lanjut dia,
merupakan tugas dan tanggung jawab pihak manajemen PSIM. Ia justru
mengingatkan dan menyarankan pihak manajemen untuk aktif mencari sumber
pendanaan lain melalui sponsor atau yang lain.
Namun ia melihat pihak manajemen kurang aktif bergerak dan terkesan
hanya menggantungkan diri pada pihak NPI. Hal itulah yang membuatnya
sedikit kecewa melihat perkembangan dan sejumlah konflik yang terjadi di
tubuh manajemen.
"Kami kan sudah bersedia membantu mencarikan dana untuk prestasi tim,
tapi kalau manajemen sendiri pasif dan tak bergerak, itu kan kesannya
tak menghargai bantuan kami," lanjutnya.(*)