Safe Our Animals
Warga Sidorejo Cinta dan Peduli Tukik
Warga Sidorejo Cinta dan Peduli Tukik
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: oktora-veriawan
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Era tahun 1990-an, sepanjang pantai di Kulonprogo merupakan habitat alami berbagai jenis penyu. Hampir setiap tahun, puluhan penyu mendarat dan bertelur di kawasan pantai.
Namun sayang, telur-telur penyu yang seharusnya bisa dilestarikan ini banyak diburu oleh masyarakat untuk diperjualbelikan.
Beruntung, sejak 2004 silam, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta turun ke lapangan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa binatang penyu merupakan satwa yang dilindungi.
Sejak mendapatkan pengharahan dari BKSDA pada 2004 silam, warga di pesisir selatan Kulonprogo, tepatnya di Dusun Sidorejo, Desa Banaran, Kecamatan Galur memutuskan untuk membentuk Kelompok Konservasi Penyu Abadi. Kelompok yang konsen untuk melindungi telur-telur penyu dari ancaman perburuan liar.
Sejak dibentuk pada 2004, kebiasaan warga yang memburu telur penyu akhirnya bisa dihilangkan. Saat ini masyarakat sudah sudah mulai menetaskan telur-telur penyu yang ditemukan di tempat yang khusus penetasan.
Setiap tahun, Kelompok Konservasi Penyu Abadi ini melepaskan tukik-tukik ke laut. Pelepasan penyu itu sudah menjadi agenda tahunan yang selalu menyedot perhatian wisatawan. Ratusan wisatawan selalu hadir dan ikut berpartisipasi untuk melepaskan tukik-tukik yang ditetaskan oleh kelompok masyarakat ini.(*)