Aktivitas Kegempaan Naik, Status Merapi Tetap Normal

Aktivitas Kegempaan Naik, Status Merapi Tetap Normal

Tayang:
Editor: oktora-veriawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Meskipun sepekan terakhir aktivitas kegempaan Gunung Merapi meningkat, status aktivitas Gunung Merapi diperkirakan tetap normal. Karena itu, warga di sekitar lereng Merapi diimbau untuk tetap tenang.

Kepala Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo mengemukakan, peningkatan aktivitas kegempaan Merapi terpantau dari munculnya gempa vulkanik dangkal sebanyak lima kali sehari dan gempa multifase antara 20 hingga 30 kali per hari. Pada, Kamis (16/2/2012) pagi Merapi menimbulkan gempa vulkanik dangkal dan gempa multifase secara beruntun.

"Sampai hari ini, kami belum ada rencana untuk meninjau kembali status. Ini baru gejala yang sangat awal dan barangkali perlu direspon secara proporsional. Tetapi, kalau ada perkembangan maka ada kemungkinan status ditinjau lagi," kata Subandriyo, Kamis, di Yogyakarta.

Berdasarkan sejarah, frekuensi letusan Merapi tercatat sangat variatif. Ada kalanya Merapi meletus dua tahun berturut-turut seperti tahun 1997 dan 1998, namun ada kalanya juga Merapi tidak pernah meletus selama 18 tahun.

"Jika dirata-rata, periode letusan Merapi memang empat tahun sekali. Tapi, tidak bisa dipastikan frekuensinya akan teratur seperti itu. Frekuensinya sangat acak," kata Subandriyo. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved