Ratno Pintoyo Panggil Kepala Disdikpora
DPRD memanggil Kepala Disdikpora dan jajarannya, sebagai upaya untuk menarik buku paket ajar yang salah ketik
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - DPRD memanggil Kepala Disdikpora dan jajarannya, sebagai upaya untuk menarik buku paket ajar yang salah ketik seperti buku pendidikan karakter bangsa, Senin (21/11).
Ketua DPRD, Ratno Pintoyo,
menjelaskan harus ada penarikan dan inventarisir terhadap buku tersebut.
"Jangan sampai ada yang tertinggal karena kesalahannya sudah sangat
fundamental, dan segera harus ada penarikan," jelasnya.
Menurutnya, kesalahan tersebut akan berdampak negatif pada pendidikan
anak di kalangan warga Gunungkidul. Bahkan, pihaknya tak segan-segan
selalu mengigatkan Disdikpora, karena dengan kesalahan tersebut, akan
berakibat fatal.
Sementara itu, Kepala Disdikpora, Sudodo mengaku akan melacak. Meski
belum melakukan penarikan, ia mengakui adanya kendala biaya dalam
penarikan. Namun, ia mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Provinsi
terkait kesalahan pada buku ajar pendidikan karakter bangsa. "Kita
sesuaikan dengan kemampuan, intinya buku itu ditarik oleh sekolah jangan
sampai ke siswa," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Karangrejek 2, Tulus Joko Sarwono,
mengatakan bahwa buku tersebut, merupakan buku paket kiriman dari
Kemendiknas. Sebanyak, 28 macam buku diterimanya, dan yang ditemukan
kesalahan, ada dua macam yaitu paket pendidikan agama dan pendidikan
karakter bangsa. Menurutnya, Buku tersebut, dikirim dengan surat yang
berkop "Kegiatan naskah Bahan Kerjasama, Informasi dan Publikasi
Kemendiknas".
"Kami belum membagikan kepada murid, karena ini merupakan acuan guru,
takutnya masih ada banyak kesalahan lagi, untuk itu sementara kami
tahan," jelasnya.(*)