TribunJogja/

Lista Ikut Ekstrakurikuler Renang untuk Mendongkrak Nilai Rapor

"Belajar setiap hari itu harus. Sudah nilai akademik bagus, ditambah pula nilai renang, maka nilai yang saya dapatkan akan maksimal," tutur Lista.

Lista Ikut Ekstrakurikuler Renang untuk Mendongkrak Nilai Rapor
TRIBUNJOGJA.COM/SIGIT WIDYA
Mahdalista Nadhifatul Aisyi (kiri), Sekarayu Maharani (tengah), dan Vania Aristia Wulandari (kanan)
Laporan wartawan Tribun Jogja, Sigit Widya

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mahdalista Nadhifatul Aisyi (14), siswa kelas VIII Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) I SMP 5 Yogyakarta, rutin renang setiap Sabtu sebagai bagian dari ekstrakurikuler sekolahnya. Selain memang hobi, ia rajin renang untuk mengangkat prestasi.

"Saya renang setiap pukul 15.30 WIB. Kegiatan itu untuk menambah nilai sekolah," ujar remaja berjilbab ini, Sabtu (22/01/2011).

Niatnya ini tak sekadar kenginan. Tahun lalu, saat masih duduk di kelas VII, ranking kelas Mahdalista terangkat berkat tambahan nilai renang. "Nilaiku jadi tambah. Makanya, sekarang saya ikut terus. Lagian, renang itu mengasyikkan," ujar perempuan yang akrab dipanggil Lista itu.

Meski ekstrakurikuler renang sangat membantu nilai, ia tak ingin mengabaikan belajar mata pelajaran sekolah setiap hari. Alasannya, percuma ikut renang kalau tidak belajar dan serius mengikuti pelajaran di kelas.

"Belajar setiap hari itu harus. Sudah nilai akademik bagus, ditambah pula nilai renang, maka nilai yang saya dapatkan akan maksimal," tutur Lista.

Berbeda dengan Lista, Sekarayu Maharani (14), yang juga merupakan siswi VIII SBI I SMP 5 Yogyakarta, ikut ekstrakurikuler (ekskul) renang untuk menyalurkan hobinya. Sekar, demikian ia biasa dipanggil, olehraga tersebut sejak masih anak-anak.

"Saya suka renang sejak kecil. Kebetulan, di SMP 5 ada ekskul renang. Tempatnya di kolam renang Umbang Tirto, Kridosono. Ya sudah, saya sekalian ikut," katanya sambil senyum.

Ia tak menyangkal kalau keikutsertaannya di ekskul renang bisa mengangkat nilai rapor. Ia mengistilahkan, sambil menyelam minum air. "Saya baru ikut ekskul renang saat kelas dua. Kalau nilai renang bagus, bisa untuk tambah nilai. Tapi tujuan saya tetap untuk menyalurkan hobi," sekar menambahkan.

Temannya, Vania Aristia Wulandari (13), ikut ekskul renang untuk mewujudkan cita-citanya menjadi atlet olahraga air itu. Sejak kecil, ia didorong oleh orangtuanya agar cita-citanya itu tercapai. "Sejak di taman kanak-kanak nol besar, saya mulai rajin renang. Karena sibuk sekolah, intensitas jadi kurang. Dengan mulai rutin latihan lagi, mudah-mudahan saya bisa jadi atlet," tuturnya.

Editor: ino
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help